Sekolah di Bali Terapkan Larangan Merokok

Rabu, 05 Desember 2012 04:02 wib | Rohmat - Okezone

Sekolah di Bali Terapkan Larangan Merokok Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone) DENPASAR - Para kepala sekolah di Denpasar, Bali menelorkan komitmen bersama untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah Perda No 10 Tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan sekolah.  
 
Sejak resmi diberlakukan bulan Juni lalu, Perda KTR belum sepenuhnya bisa diimplementasikan termasuk di sekolah. Masih banyak ditemukan, aktivitas merokok dilakukan guru, staf lainnya baik di sekolah hingga ruangan kelas.
 
Tidak hanya itu, sekolah yang mestinya bebas dari segala hal yang berbau rokok, bisa ditembus iklan yang banyak mempromosikan beragam produk rokok.
 
"Yang paling berperan dalam penerapan aturan ini di sekolah adalah para guru, sebab mereka ini yang menjadi panutan," kata Ketua PGRI Kota Denpasar Nyoman Winata disela workshop KTR di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rabu (4/12/2012).
 
Untuk itu, para kepala sekolah di Denpasar sepakat melaksanakan KTR di lingkungan sekolah guna melindungi siswa dari paparan asap rokok, dengan meneken kesepakatan bersama disaksikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali Nyoman Masni dan jajaran PGRI Denpasar.
 
Dengan komitmen itu, maka seluruh guru dan jajaran di sekolah harus mematuhi aturan tersebut untuk menegaskan bahwa lingkungan sekolah bebas dari paparan asap rokok.
 
Dalam kesempatan sama Kepala Bidang Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Komnas Pengendalian Tembakau Fuad Baradja menambahkan, secara nasional kesadaran untuk mengimplementasikan aturan KTR masih buruk atau tidak berjalan maksimal.
 
Hanya di beberapa kota besar seperti Bogor dan DKI serta Bali dan beberapa kota lainnya yang sudah memiliki aturan tegas soal KTR. Sebagian besar daerah di Indonesia belum memiliki aturan KTR, dengan berbagai alasan.
 
"Di banyak daerah apalagi pelosok masih jauh terjangkau dari aturan KTR, padahal orang-orangnya sama, saudara-saudara kita, yang mestinya disadarkan supaya perilaku merokok mereka tidak membahayaan orang lain," kata mantan pesinetron ini.
 
Dari pengamatannya, masih banyak ditemukan guru merokok sambil mengajar di kelas. Sebagian masyarakat belum memahami bahwa merokok di depan siswa itu perilaku yang tidak terpuji karena akan bisa ditiru oleh siswanya.
 
Akibat kedua, guru tersebut memaparkan asap rokok kepada anak didiknya. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya aturan atau kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait KTR, yang harus diikuti guru.
 
"Tidak ada regulasi Kememndikbud, yang mengatur jelas secara nasional yang terkait KTR," tegas dia didampingi sekretaris LPA Titik Suhariyati. Untuk itu, pemerintah mestinya segera meratifikasi konvensi pengendalian tembakau internasional atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) .
 
Ditegaskannya, KTR dimaksudkan untuk lebih melindungi hak orang yang tidak merokok. Hak mereka untuk menghirup udara segar bersih dan sehat bebas dari paparan asap rokok.
(hol)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »