Dirombak, Kurikulum 2013 Pakai Pendekatan Tematik Integratif

Ilustrasi: siswa belajar di ruang kelas. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

Dirombak, Kurikulum 2013 Pakai Pendekatan Tematik Integratif
JAKARTA - Akhir November lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan uji publik terhadap rancangan kurikulum baru yang akan diterapkan 2013 mendatang. Website Kemendikbud pun menampung beragam pro dan kontra terkait rancangan kurikulum baru ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyatakan, komentar-komentar tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. Nuh mengingatkan, kurikulum adalah ranah akademik, bukan ranah politik. "Jadi, semua persiapan, tradisi, dan persoalan dilakukan secara akademik," kata Nuh di ruang rapat Mendikbud, Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2012).

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu menegaskan, akan banyak hal yang diubah pada kurikulum ini, di antaranya standar kompetensi kelulusan (SKL), standar isi, standar proses dan standar penilaian. Sementara itu, kurikulum 2013, ujar Nuh, akan menggunakan pendekatan tematik integratif. Pendekatan ini memungkinkan satu tema pelajaran dibahas selama empat minggu. 

"Kurikulum tematik integratif ini tidak mengurangi substansi dari pelajaran atau nilai tersebut. Sebenarnya bentuk ini juga sudah digunakan oleh sekolah-sekolah top di Indonesia," tuturnya.

Nuh mengimbuh, penerapan kurikulum untuk tingkat sekolah dasar (SD) lebih menekankan pada keutuhan berpikir, bukan spesialisasi. Dengan demikian, pelajaran yang dahulu disebut ilmu pengetahuan alam (IPA) dan ilmu pengetahuan sosial (IPS), pada kurikulum baru disebut dengan fenomena alam dan fenomena sosial.

"Sekali lagi, ini tidak mengurangi subtansinya," tutur pria yang pernah menjabat sebagai menteri komunikasi dan informatika tersebut. 

Saat ini, penerapan kurikulum 2013 masih dalam tahap persiapan. Kemendikbud pun gencar melakukan sosialisasi dalam rangka pengimplementasiannya. Desember ini, Kemendikbud memfokuskan pembahasan pada kerangka dasar penerapan kurikulum baru. Kemudian, dijadwalkan pada Maret 2013 sudah masuk tahap penyusunan buku babon untuk pegangan guru, dan Juni 2013 mulai implementasi terbatas.

"Diharapkan, tiga tahun kemudian, tepatnya Juni 2016, Kemendikbud dapat menilai implementasi kurikulum 2013 ini," tutur Nuh. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Monas Rusak Pasca Pesta Rakyat, Ini Komentar Ahok