Yayasan Usakti Adukan Kemendikbud ke Presiden

|

Foto : Universitas Trisakti/Rifa Nadia Nurfuadah (Okezone)

Yayasan Usakti Adukan Kemendikbud ke Presiden

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengubah status Universitas Trisakti (Usakti) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hal ini mendapat tentangan keras dari Ketua Pembina Yayasan Trisakti Hary Tjan Silalahi.  

Didampingi Pengurus Yayasan Trisakti (YT), Hary mengadukan Kemendikbud kepada Presiden. Pengaduan ini disampaikan melalui Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) atas intervensi Kemendikbud untuk mengubah kampus Trisakti menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), pasalnya secara hukum Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung secara jelas mengembalikan pengelolaan kepada Yayasan Trisakti.

 

"Kami sudah menerima pengaduan yayasan mengenai masalah Trisakti secara jelas. Ini tentu akan menjadi bahan masukan untuk dipelajari lebih lanjut ," ujar Anggota Wantimpres Albert Hasibuan, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (7/12/2012).

 

Dia menjelaskan, masalah yang dilaporkan kepada Watimpres juga termasuk data-data yang diperlukan yang berhubungan dengan konflik pengelolaan Usakti. Di sisi lain, Wantimpres juga mempertimbangkan pengawasan pelaksanaan eksekusi yang akan datang terhadap rektorat. "Karena kita juga mendengar pihak yayasan telah menang di Mahkamah Agung dan sudah putusan kasasi," ungkapnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Trisakti Abi Jabar menilai, Kemendikbud menggunakan dasar pertimbangan yang absurd oknum rektorat dan merugikan yayasan. Sebab, lanjutnya, yayasan tidak pernah dilibatkan dalam usaha-usaha untuk menegerikan Usakti.

 

"Tentu patut dipertanyakan, ada apa ini? Padahal putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) secara jelas menyatakan yayasan sebagai pihak yang paling berhak untuk mengelola dan menyelenggarakan Usakti. Namun hingga kini eksekusi tak kunjung dilakukan. Karenanya, kami minta bantuan kepada Wantimpres agar menyampaikan hal ini kepada Presiden. Negara ini negara hukum," tegas Abi.

 

Dalam intervensi untuk merubah Trisakti menjadi PTN, yayasan hanya dilibatkan sekali karenanya pihaknya melihat ada suatu perlakuan yg berbeda kepada oknum rektorat. Oleh karena itu, Abi pun mengirim surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk mempertanyakan proses terjadinya dialog pada Senin, 3 Desember lalu.

 

Pada pertemuan tersebut, lanjutnya, yayasan dihadapkan dengan suara mayoritas dan suasana seolah-olah ingin melegitimasi dengan data-data yang sudah didesain sedemikian rupa. "Termasuk soal kesimpulan bahwa Trisakti sudah tidak bertuan dengan mengacu pada putusan dari Pengadilan Negeri yang sudah ada putusan peninjauan kembali (PK). Namun, putusan PK itu sudah menganulir dan memenangkan kami. Ini lelucon macam apa?" lanjutnya.

 

Maka, melalui Wantimpres, Yayasan Trisakti meminta perlindungan hukum kepada Presiden SBY agar hukum dan keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu. Apalagi putusan MA yang memerintahkan eksekusi atas sembilan oknum rektorat Trisakti yang diputus bersalah sudah inkrahct sejak tahun lalu, namun tak juga berhasil dieksekusi.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pimpinan DPR Tandingan Ilegal