Mengapa Terjadi Kenakalan Remaja?

|

Sean Covey. (Foto: Rifa Nadia/Okezone)

 Mengapa Terjadi Kenakalan Remaja?

JAKARTA - Secara psikologi, masa remaja adalah saat-saat ketika kita masih bingung dengan diri sendiri. Kita bukan lagi anak-anak yang bebas bermain, tetapi juga belum menjadi orang dewasa yang penuh tanggung jawab. Orang bilang, ini adalah masa pencarian jati diri.

Makanya, ketika menjalani masa penuh kebingungan itu, banyak di antara remaja yang terseret arus pergaulan negatif karena tidak memiliki pegangan. Bentuknya bisa berupa kenakalan remaja hingga tawuran antarpelajar yang merenggut nyawa manusia.

Sementara di sisi lain, banyak juga remaja dengan segudang kemampuan dan prestasi. Biasanya, mereka yang masuk kelompok ini telah memiliki gambaran tentang masa depan yang ingin mereka songsong. Tentu saja, dukungan dari orangtua dan lingkungan sekitar turut membentuk karakter positif para remaja prestatif ini.

Lantas, apa yang terjadi pada mereka yang terlibat kenakalan remaja, tawuran, dan tindak kriminalitas?  Sean Covey, penulis berbagai buku motivasional seperti The 7 Habbits for Highly Effective Teens, melihat, ada beberapa faktor yang mendorong berbagai aksi negatif yang dilakukan para remaja di berbagai negara. Pertama, orangtua seharusnya menjadi pihak yang pertama mendidik anak mereka. Tetapi banyak orangtua tidak melakukan tugas ini dengan baik.

"Akhirnya, semua tanggung jawab dilimpahkan kepada sekolah dan pihak lain untuk membantu para remaja ini mempelajari hal-hal baik," kata Covey ketika berbincang dengan Okezone di sela-sela kunjungannya ke Jakarta, belum lama ini.

Pria kelahiran 17 September 1964 itu mengimbuh, faktor lainnya berasal dari internal para remaja tersebut. Tawuran atau berbagai bentuk kenakalan dan kriminalitas remaja terjadi karena pelakunya merasa tidak nyaman dengan diri sendiri. Karena bingung dengan identitas mereka, maka para remaja ini berlindung di balik identitas kelompok.

Karenanya, menurut Covey, para remaja ini perlu menemukan identitas diri mereka sendiri. Siapa mereka? Akan menjadi apa mereka di masa depan? "Jika kita mengajarkan anak-anak muda ini untuk menemukan, menentukan, dan memiliki tujuan hidup, maka itu akan membantu mereka mendefinisikan diri dan merasa nyaman dengan diri mereka sehingga tidak perlu berkonflik dengan orang lain," imbuhnya.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Syarat Penangguhan Penahanan MA Belum Lengkap