Disebut PT Honda Jual Negara, Ahok Marah-Marah

|

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Dok Okezone)

Disebut PT Honda Jual Negara, Ahok Marah-Marah

JAKARTA - Disebut tidak memiliki rasa nasionalisme, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama marah-marah di depan ruangannya, ketika ditemui oleh tiga orang dari perwakilan PT Honda Pluit.

Kemarahan Ahok sapaan akrab Basuki, saat perwakilan dari PT Honda Pluit, Jakarta Utara mendatanginya dengan dalih meminta keadilan atas Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang dibangun tepat di depan showroom Honda, karena dilokasi itu menghalangi showroom dari pandangan konsumen dan masyarakat.

Saat itu, juga Ahok mengatakan dari hasil rapat yang dilakukan, memang pembangunan JPO itu dilakukan sebelum era kepemimpinannya dan diakuinya sangat mengganggu. Namun, saat ini, JPO itu hampir rampung. Kemudian, Ahok memberikan solusi, sebagai kompensiasi dengan membiarkan merk Honda menghiasi JPO tersebut.

Menyangkut hal itu, pihak Honda melontarkan pernyataan yang menyinggung rasa nasionalisme.

"Masalahnya kami dilantik sudah jadi itu barang. Kalau dibongkar masuk penjara. Bayangkan seluruh warga Jakarta yang melewati jembatan melihat kata honda. Bukan menjual Negara itu kan," kata Ahok saat menjelaskan solusi, kepada pihak Honda, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (17/12/2012) malam.

Bukan hanya itu, Ahok kembali menegaskan, jika JPO tersebut kalau dipindahkan sama saja dengan memenjarakan dirinya. "Saya mau minta jembatan ini dipindahin ke depan, kami masuk penjara. Kalau kami suruh bongkar anggaran dari mana? Mau ditangkap KPK. Itu juga tanahnya Pemda. Kalau mau pindahkan. Kemarin sudah dijawab resmi kok. Gak sudah bicara soalĀ  nasionalis gitu," tegasnya.

Pemilihan lokasi itu juga dijelaskan Ahok atas hasil hitungan dari jarak maksimal dengan halte lainnya. "Ini barang sudah jadi. Anda punya uang silakan geser. Januari akan diresmikan. Mau apa lagi?," pungkasnya.

Ahok terus meyakinkan pihak Honda, dengan solusi tersebut. Namun, tak ada kata sepakat, Ahok kembali naik pitam, jika solusi yang bisa ditawarkan hanya pemasangan landmark di JPO tersebut. Kalau harus berbicara fheng shui ia tidak menjawab.

"Saya enggak suka bapak bilang Honda pilih asing dengan nama PT honda. Bapak ini freak. Kurang ajar sekali berpikirnya, berarti bapak ini chauvinisme berpikirnya sempit. Kalau begitu bapak perintahkan saya copot semua merk asing di Jakarta," marah Ahok kembali meluap.

Sementara itu, kuasa hukum PT Honda Pluit, Sumondang Simangunsong, mengatakan, JPO itu menutupi PT Honda. Untuk itu pihaknya, meminta digeser tangganya sedikit. Karena ini menyangkut bisnis sosial. Namun, ia meminta atas pernyataan Ahok disertakan dalam pernyataan tertulis.

"Nanti akan disurati iklan Honda semua. Nanti dijawab secara tertulis," terang Sumondang diBalaikota seusai berdebat dengan Ahok.

Kendati demikian, ia memahami kemarahan Ahok dan menilai wajar ketika disinggung mengenai nasionalisme. "Saya juga tau kepentingan asing juga. Kaget juga (Ahok marah-marah). Gak takut, mereka kan pelayan masyarakat. Investasi kan perlu dijaga. Harus sama semua. Yang penting untuk kepentigan umum," simpul Sumondang.

Untuk diketahui, pembangunan JPO yang berada didepan PT Honda, Pluit, Jakarta Utara dibangun sekitar tahun 2010-2011 dan rencananya akan diresmikan pada awal tahun ini. Artinya, pembangunan tersebut dibangun di era pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo.

(ydh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Berkas Dua Guru JIS Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan