Molor, Pengembangan Bandara Supadio Dikritik

Molor, Pengembangan Bandara Supadio Dikritik
JAKARTA – Pelaksanaan proyek pengembangan Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, molor. Hal tersebut lantaran, sejak dimulainya pemancangan tiang pertama (ground breaking) pada Desember 2011, proyek Tahap I pembangunan terminal yang dijadwalkan kelar pada 2013, terlihat masih jauh dari kenyataan.

”Setelah bekerja hampir satu tahun, tidak terlihat perkembangan yang nyata dari proyek tersebut. Hingga saat ini, baru pondasi kolom dan balok. Rangka atap belum ada,” kata ketua Koalisi Nasional Pemantau Otonomi (Konas Pantom), Faisal Haq, di Jakarta, Selasa (19/12/2012).

Mengutip data yang diperoleh dari simpul jaringan Konas Pantom di Kalimantan Barat, Faisal mengatakan, sampai dengan 29 September 2012, kemajuan pekerjaan (progress) kontraktor – yang digarap PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero) baru mencapai 22 persen. Padahal, sesuai kontrak, progress pekerjaan hingga September 2012 seharusnya sudah mencapai kisaran 55 persen. "Bagaimana mau menjadi kontraktor kelas dunia kalau pekerjaan yang kecil saja tidak beres?," ucapnya.

Intinya, lanjut Faisal, harus ada review desain dan pengelolaan proyek untuk menghindarkan konsekuensi pembangunan terlambat dan inefisien yang tidak diinginkan.

Faisal menuturkan pekerjaan diperkirakan molor satu tahun dari rencana selesai 2014. Tahap I saja, pekerjaan struktur paling cepat akan selesai pada pertengahan tahun 2013. Sedangkan pekerjaan Arsitektur dan Mechanical Electrical (ME) akan selesai pada akhir 2014. ”Sangat jauh dari sasaran dua tahap pembangunan itu bisa selesai pada 2014,” tegasnya.

Sebelumnya  PT Angkasa Pura (AP) II mengembangkan Bandar Udara Supadio Pontianak. Kapasitas bandara yang terletak di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat tersebut akan dikembangkan hingga lima kali lebih besar dari kapasitas yang ada saat ini.Ke depan, Bandara Supadio akan menjadi bandara modern yang mampu melayani hingga 3,2 juta pergerakan penumpang per tahun.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri S Sunoko mengungkapkan, pengembangan yang dilakukan perusahaannya tersebut terfokus pada upaya peningkatan kapasitas terminal penumpang yang telah mengalami kelebihan kapasitas (over capacity), yaitu dengan membangun terminal penumpang yang baru.

Bangunan terminal penumpang yang baru tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 32.000 meter persegi, atau lima kali lipat lebih luas dari terminal yang digunakan saat ini, seluas 6.936 meter persegi.

Untuk pembangunan Tahap I yang diawali dengan pemancangan tiang pertama tersebut, PT Angkasa Pura II menyiapkan dana sebesar Rp65 miliar dari estimasi pembiayaan total sebesar Rp390 miliar. ”Bangunan lama nantinya akan kita hancurkan. Secara keseluruhan, proses pembangunan terminal baru ini kami targetkan selesai pada 2014. Namun, kami akan mengupayakan pada 2013, sebagian bangunan dapat dioperasikan,” ungkapnya. (ydh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tes CPNS, Putri Jokowi Dilarang Bawa Paspampres