UGM Sosialisasi SNMPTN 2013 pada Kepsek se-DIY

|

Ilustrasi : snmptn.ac.id

UGM Sosialisasi SNMPTN 2013 pada Kepsek se-DIY
JAKARTA - Adanya perbedaan jalur penerimaan mahasiswa baru pada tahun akademik 2013/2014 di perguruan tinggi negeri (PTN) tentu membutuhkan sosialisasi kepada berbagai SMA di seluruh Nusantara. Selain Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pihak PTN pun gencar melakukan sosialisasi bagi masyarakat mengenai perubahan tersebut.

Maka, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pun menggelar sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 di hadapan para kepala sekolah SMA se-DIY. Direktur Administrasi Akademik UGM Budi Prasetyo Widyobroto menyebutkan, terdapat tiga pola penerimaan mahasiswa baru pada 2013.

"Ketiga jalur tersebut, yaitu SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Ujian Mandiri (UM). SNMPTN diselenggarakan oleh pemerintah dengan kuota 50 persen, SBMPTN diselenggarakan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) dengan kuota 30 persen, dan Ujian Mandiri oleh masing-masing Perguruan Tinggi Negeri dengan kuota maksimal 20 persen. Untuk SBMPTN dan Ujian Mandiri tentu tidak perlu kita bahas dulu, kita membahas SNMPTN saja yang sudah pasti penyelenggaraannya," ujar Budi, seperti dilansir dari situs UGM, Jumat (21/12/2012).

Budi menjelaskan, perbedaan penerimaan mahasiswa melalui SNMPTN pada 2013 berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. SNMPTN 2013 terbuka untuk semua siswa kelas III SMA/SMK/MA dan gratis.

Dia menambahkan, pada SNMPTN tahun depan, terdapat pembatasan pendaftar berdasar akreditasi sekolah dan pendaftar dikenai biaya pendaftaran. “Batasan-batasan ini semakin longgar. Semua siswa berhak mendaftar sejauh mendapat rekomendasi dari sekolah, dengan begitu akses masuk ke perguruan tinggi negeri semakin terbuka,” paparnya.

Pada dasarnya, lanjut Budi, sistem SNMPTN 2013 hampir sama dengan SNMPTN jalur Undangan pada 2012. Perbedaan terletak pada pihak sekolah yang akan merekomendasikan anak didiknya harus mengisi data sekolah dan siswa di Pusat Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) secara online.

"Sekolah bisa merekomendasikan anak didiknya dengan tidak membedakan negeri atau swasta, terakreditasi atau tidak. Yang penting sekolah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NSPN) dan bagi peserta SNMPTN harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)," ungkap Budi.

Untuk pilihan PTN, kata Budi, tiap peserta dapat memilih paling banyak dua opsi PTN yang diminati. Jika memilih satu PTN saja, maka peserta bebas memilih PTN mana saja. Namun jika memilih dua PTN, maka salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan sekolah asal atau provinsi terdekat. Sementara untuk program studi, peserta dapat memilih paling banyak dua program studi yang diminati pada masing-masing PTN.

“Bagi yang memiliki prestasi di bidang nonakademik, maka bisa melampirkan prestasinya dengan mengirim softcopy rekaman. Misalnya menari atau bermain musik bisa direkam dan dikirimkan sebagai lampiran,” tuturnya. (mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Urung Tetapkan 1 Muharam Jadi Hari Santri