Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kekerasan terhadap Syiah Terjadi karena Kebodohan

Susi Fatimah , Jurnalis-Minggu, 23 Desember 2012 |17:55 WIB
Kekerasan terhadap Syiah Terjadi karena Kebodohan
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kaum Syiah di Indonesia kerap menjadi korban kekerasan dan tindakan diskriminatif. Ajaran Syiah dianggap oleh sebagian masyarakat menyimpang dari ajaran Islam sesungguhnya.
 
Menanggapi hal itu, salah seorang penganut Syiah yang juga sebagai Dewan Forum Pemuda Pemudi Indonesia (FPPI), Ali Assegaf, mengatakan bahwa kekerasan terhadap kaum Syiah di Indonesia karena faktor kebodohan atau kurangnya memahami paham Syiah.
 
"Kekerasan itu terjadi oleh sebab kebodohan, yang kedua orang tidak menghidupkan kajian Al Husein. Jadi kalau di keraton dihidupkan (kajian Al Husein), diberbagai tempat dihidupkan, maka energi marah mereka itu tidak diberikan," ujar Ali usai menghadiri Peringatan Muharram Nasional di Tennis Indoor Senayan Jakarta, Minggu (23/12/2012).
 
Sementara terkait angka kekerasan yang berlatar belakang agama meningkat di era kepemimpinan SBY, Ali mengatakan bahwa pemerintah saat ini telah kehilangan jati diri. Seharusnya pemerintah lebih sering menggelar acara keagamaan dan berpegang teguh pada ajaran yang dibawa oleh cucu Nabi Muhammad, Hussein.
 
"Saya pikir pemerintah yang ada sekarang perlu menemukan jati dirinya dulu. Kembalikan pada ruhnya bangsa ini. Kecintaan bangsa ini pada Al Husein cukup jelas. Kalau tidak pemerintahan ini berkhianat," tegasnya.
 
Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencatat bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengalami peningkatan dalam terjadinya kekerasan diskriminasi di Indonesia.
 
Berdasarkan catatan LSI melalui analisis media, pada era sebelum kepemimpinan SBY (1998-2004) kasus diskriminasi terjadi sebanyak 915 kasus, atau 150 kasus per tahunnya. Sementara di era SBY (2004-2005), kasus diskriminasi meningkat menjadi 1.483 kasus atau 210 kasus per tahun. Angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
 
Sementara kekerasan terhadap kaum Syiah pernah terjadi pada 15 Februari 2011 di Cikeusik, dimana massa ahlusunnah waljamaah menyerang pesantren Syiah dan merusak fasilitas pesantren, akibatnya dua petugas keamanan dan empat santri terluka.
 
Kejadian serupa terjadi di Sampang, Madura pada 26 Agustus 2012. Warga menyerang perkampungan Syiah di Desa Karanggayan, Sampang dan menghancurkan 60 rumah. Dua jamaah Syiah meninggal dunia.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement