Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dua Bocah Menderita Lumpuh Layu

Andi Indra , Jurnalis-Minggu, 23 Desember 2012 |20:01 WIB
Dua Bocah Menderita Lumpuh Layu
A
A
A

MAJENE - Dua bocah bersaudara di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yakni Jumardi dan Jupriadi, menderita penyakit lumpuh layu. Kondisi tubuh anak dari pasangan Jusman dan Hasmiah, warga Lingkungan Garogo Kelurahan Baru, Kecamatan Banggae,  ini tidak normal seperti anak lainnya yang memiliki kondisi tubuh normal. Tulang-tulang di sekujur tubuhnya tampak jelas terlihat dari kedua anak itu.
 
Hasmiah, ibu dua bocah itu menuturkan, Jumardi kini berusia 7 tahun. Namun, kondisi berat badan hanya berbobot 9,1 kilogram. Bahkan, pada saat usia 6 tahun, Jumardi belum bisa berjalan seperti seperti anak lain seusianya. “Belum bisa jalan. Sekarang baru bisa. Itupun belum terlalu normal seperti anak lain sebayanya,”tutur Hasimah.
 
Hal yang sama dialami adiknya, Jupriadi. Pada usianya saat ini 3,8 tahun, bobot berat badannya hanya 6,8 kilogram. Kasus yang dialami Jupriadi tidak jauh beda dengan kakaknya. Lebih parah lagi, adik Jumardi itu tak hanya tidak bisa jalan, untuk duduk pun tidak bisa karena tulang-tulangnya yang tidak kuat menahan beban badannya.
 
Diceritakan Hasmiah, sejak ia melahirkan Jumardi, kondisi kesehatannya memang mengalami banyak masalah. Tubuhnya drop hingga mengakibatkan pertumbuhan fisiknya terganggu.
 
Pada saat itu, ia bersamabersama suaminya, membawa anaknya ke pusat pelayanan kesehatan Totoli, Kecamatan Bangge. Tetapi,  hasilnya tidak maksimal. Bahkan, pernah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene, namun pihak keluarga terkedala pada biaya.
 
“Kami terkendala biaya. Apalagi, penghasilan suami saya sebagai pandai besi pas-pasan. Hanya cukup untuk makan kami sekeluarga setiap hari,” tutur Hasmiah, saat membawa anaknya ke Posyandu Flamboyan di Majene.
 
Terhadap kondisi anak tersebut, Rimba, salah seorang bidan posyandu Flamboyan, di Majene, mengatakan, kedua anak itu dikategorikan mengalami lumpuh layu.
 
Sebenarnya, keduanya sudah pernah mendapat penanganan dari tim medis di tingkat Puskesmas Totoli. Namun, untuk lebih intensif harus dilakukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit. “Persoalannya, orang tua kedua anak itu harus menyiapkan dana agar bisa mendapat penanganan medis hingga tuntas. Dan itu tidak sedikit,”jelas Rimba.
 
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Bina Kesehatan Keluarga, Dinask Kesehatan (Dinkes) Majene, Uswati, mengatakan pihaknya akan berupaya agar anak tersebut bisa ditangan dengan serius. Tapi, sebelumnya, akan dikonsultasikan dulu kepada kepala dinas.
 
Sebelumnya, Kepala Dinkes Majene, dr Evawaty, yang dikonfirmasi terkait dengan masalah penanganan kesehatan bagi warga miskin di wilayah Kabupaten Majene, mengakui masih ada penduduk yang tidak bisa mengakses kesehatan gratis karena terkendala Jamkesmas maupun  Jamkesda.
 
Karena itu, Evawaty mengaku ada penduduk yang tidak memperoleh kartu Jamkesmas sebagai jaminan dalam penanganan kesehatan, tentunya masih ada jalan yakni melalui Jamkesda.
 
“Kalau itu juga tidak ada, yang bersangkutan (warga miskin) bisa mengurus surat keterangan miskin di kelurahan. Apalagi yang memang kondisinya sudah emergency,” jelas Evawaty.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement