DENPASAR - Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menyebutkan berbagai program pengentasan kemisikanan yang salah sasaran. Akibatnya, masih banyak ditemukannya warga miskin di Pulau Dewata itu.
"Bali yang sangat kecil ini seharusnya sudah tidak ada lagi orang yang miskin," tegas Pastika, usai melantik Komite Standar Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (KSPPMD) Bali di Gedung Wiswa Sabha Renon, Denpasar, Rabu (26/12/2012).
Kenyataannya, sambung dia, masih ada saja orang miskin di pedesaan. Padahal, di pedesaan banyak program pengentasan kemiskinan yang digagas pemerintah pusat, provinsi, maupun dari kabupaten. Bila dihitung, setiap desa terdapat 48 program.
"Ini berarti ada yang salah dengan program pengentasan kemiskinan yang dilakukan selama ini," sambungnya.
Pastika mengaku penasaran apa penyebab kemiskinan masih terjadi. Tragisnya, tak sedikit kepala desa yang kebingungan utnuk mengelola bantuan, karena program tersebut terlalu banyak.
Selama ini sudah banyak dana untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, sehingga keberadaan KSPPMD diharapkan bisa menjalankan peran evaluasi, koordinasi, serta komunikasi untuk mengoptimalkan semua program. Semua bantuan program yang diguyurkan ke pedesaan hendaknya bisa disinergikan dengan program yang dijalankan.
Program itu meliputi pertanian terintegrasi, gerakan pembangunan desa terpadu, green province, Bali clean and green, dan Jaminan Kesehatan Bali Mandara, program bedah rumah, dan lainnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.