Periskop Properti 2013

Mega Proyek Bangunan Masa Depan di Indonesia

Senin, 07 Januari 2013 10:19 wib | Yuni Astutik - Okezone

Mega Proyek Bangunan Masa Depan di Indonesia Ilustrasi pembangunan proyek properti (Foto: Runi Sari B/Okezone) JAKARTA - Indonesia saat ini sudah menjadi negara yang bisa disebut mampu bersaing dengan negara lain. Contoh nyata adalah pertumbuhan ekonominya yang masih tetap stabil, bahkan menunjukkan peningkatan di tengah lesunya negara-negara seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Dengan pertumbuhan tersebut, memungkinkan sekali bagi Indonesia untuk melebarkan sayap misalnya dalam hal pembangunan di bidang properti. Beberapa waktu lalu ramaikan dibicarakan ada beberapa gedung pencakar langit yang beriri kokoh menghiasi langit Jakarta.

Tidak hanya gedung pencakar langit sebagai pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, bahkan bandara baru kabarnya akan menambah daftar bangunan-bangunan yang ada di Indonesia. Apa saja bangunan masa depan yang akan mengisi daftar bangunan tertinggi serta termegah di Indonesia? Berikut ulasan Okezone.

1. Signature Tower
Mega proyek milik Tomy Winata ini rencananya akan memiliki ketinggian 638 meter. Terdiri dari 111 lantai, gedung ini kabarnya menelan biaya USD2 miliar atau sekira Rp18 triliun. Gedung pencakar langit ini dirancang oleh PT Danayasa Arthatama Tbk. Nantinya, gedung ini terdiri dari apartemen, perkantoran, ritel dan hotel. Bahkan untuk hotel, pihak Artha Graha Network dan PT Danayasa Arthatama Tbk sebagai pemilik dan pengembangnya telah bekerjasama dengan MGM Hospitality di Las Vegas, Amerika Serikat.

Signature Tower dirancang dengan ide-ide yang terinspirasi dari keindahan alam, kekayaan, dan keragaman budaya Indonesia. Jika dilihat pada puncak gedung bentuknya seperti pucuk bunga melati dan membentuk seperti rumah Minangkabau. Selain itu juga terinspirasi dari perkasanya sayap burung Garuda yang merupakan lambang Indonesia.

Signature Tower-Jakarta disebut akan menjadi gedung tertinggi kelima di dunia. Hal ini berdasarkan daftar 100 gedung tertinggi di dunia yang dikeluarkan “Council of Tall Buildings and Urban Habitat", Illinois Institute of Technology, Chicago, Amerika Serikat pada Desember 2011.

Sayangnya baru-baru ini PT Danayasha Arthatama Tbk, selaku pengembang Signature Tower menyatakan jika konstruksi tersebut ditunda. Padahal rencana awal, konstruksi awal gedung tertinggi di Indonesia dan kelima tertinggi di dunia akan dilakukan akhir tahun ini. "Tahun depan (mulainya)," kata Direktur Agung R Prawbowo kepada Okezone.

2. Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jilid 2
Siapa yang tidak tahu Bundaran HI Jakarta? Terletak di pusat kota atau tepatnya berada diantara Hotel Indonesia (HI) Kempinsky dan Pusat perbelanjaan papan atas Grand Indonesia (GI). Bundaran HI kini menjadi salah satu pusat keramaian masyarakat Jakarta. Namun, apakah Anda tahu jika ternyata Pemda DKI Jakarta telah menyiapkan Bundaran HI kedua di Jakarta?.

Menurut Ir. Ciputra, 'Bundaran HI kedua' berada di antara Ciputra World Jakarta I dan II yang tengah dibangun. Luas bundaran ini sekitar 1-2 hektare. "Jalan ini akan ada bundaran besar seperti HI kedua. Besarnya 1-2 ha," katanya.

Kabarnya, posisi bundaran baru ini akan terletak di sebelah barat Ciputra World yang sedang dikembangkan PT Ciputra Property Tbk (CTRP) atau lebih tepatnya mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman. Bundaran ini juga akan dilewati oleh jalan layang non tol yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.


3. Pertamina Tower
Yang baru-baru ini ramaikan dibicarakan adalah Pertamina tower yang kabarnya akan dibangun oleh Pertamina. Gedung pencakar langit setinggi 400 meter yang dinamai Pertamina Energy Tower itu terdiri dari 80 lantai itu diperkirakan membutuhkan waktu 1,5 tahun pengerjaannya. Kabarnya Pertamina Tower akan dibangun di kawasan Rasuna Said, Kuningan. Kebutuhan dana untuk mendirikan gedung pencakar langit itu sekira Rp8 triiliun.

Kabar lain menyebut, Pertamina Tower akan mengalahkan Petronas di Malaysia. Rencanya terget konstruksi sekira akhir 2013, atau tepatnya lama waktu konstruksi direncanakan 18 hingga 24 bulan.
Selain itu disebut pula jika arsitektur atau bentuk fisik gedung yang disebut-sebut akan berupa twin tower (menara kembar). Saat ini, Pertamina masih menunggu izin dari Kementerian Perhubungan mengenai batas ketinggian gedung.

4. Jakarta Tower

Menara ini sudah direncanakan pembangunannya 17 tahun yang lalu atau tepatnya pada 1995. Karena krisis ekonomi yang melanda pada 1997, pembangunan Jakarta Tower dihentikan dan dilanjutkan pada 2004. Awalnya, pembangunan Jakarta tower direncakan rampung tahun ini. Namun, berdasarkan data yang dihimpun, pada 2011 lalu, Jakarta tower baru memasuki pengerjaan pondasinya.

Jakarta Tower dibangun di kawasan Bandar Baru kemayoran. Kabar terbaru menyebut, Jakarta Tower yang merupakan Proyek Menara ICT (Information and Communication Technololgy) setinggi 558 meter ini akan dimulai kembali pengerjaannya pada Juli lalu. Jakarta Tower dibangun bersamaan waktunya dengan rencana pembangunan Menara Tomy Winata cs, yaitu Signature Tower.

5. Bandara Kuala Namu, Medan
Bandara ini disebut-sebut bakal meramaikan jalur penerbangan di Indonesia pada 2013 mendatang. Bandara ini berlokasi di bekas areal perkebunan PTPN II Tanjung Morawa, Kuala Namu, Deli Serdang. Bandara ini akan menggantikan Bandara Polonia yang usianya sudah lebih dari 70 tahun. Bandara ini kabarnya akan menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya, akan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta.

Luas terminal penumpang yang akan dibangun adalah sekitar 6,5 hektar dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektar dan fasilitas kargo seluas 1,3 hektar. Bandara International Kuala Namu memiliki panjang landas pacu 3.750 meter dan sanggup didarati oleh pesawat berbadan lebar termasuk Airbus A380.

Bandara ini disebut-sebut akan menjadi salah satu bandara terbaik di dunia lantaran dalam membangun bandara tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) Korea Selatan, sebagai  Sister Airport  Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.  Adapun biaya yang telah dikeluarkan dalam pembangunan bandara ini adalah Rp3,5 triliun dengan kapasitas 8,1 JPT (Tahap I), yang artinya jauh dibanding kapasitas Bandara Polonia yang hanya berkapasitas 0,9 JPT.

6. 26 Pusat Perbelanjaan
Pertumbuhan bisnis properti di Indonesia masih akan berlanjut tahun depan. Bagaimana tidak? Dalam bisnis ritel dan pusat perbelanjaan, akan ada 26 mal baru yang akan dibuka di Indonesia. Dari total 26 rencana pembangunan mal tersebut, mayoritas akan dibangun di DKI Jakarta.

Khusus di Jakarta saja, hingga 2016 mendatang setidaknya akan ada 13 mal yang akan dibuka. Hal tersebut berdasarkan data penelitian Colliers International Indonesia. Diterangkan jika pengembang saat ini membangun mal atau pusat perbelanjaan dengan terlebih dahulu melihat profil tenant (penyewa)-nya, terutama anchor tenant (penyewa utama). 

Berikut daftar mal-mal baru yang akan dibangun di DKI Jakarta:

2012
Kota Kasablanka, Kasablanka, Jakarta Selatan
eXion Mall Kemang Village, Antasari, Jakarta Selatan
Ciputra World Jakarta, Dr Satrio, Jakarta Selatan
Menteng Square, Proklamasi, Jakarta Pusat
Pulomas X'Venture, Pulomas, Jakarta Timur
Pondok Indah Mall Street Gallery, Pondok Indah, Jakarta Selatan

2013
Cipinang Indah Mall, Cipinang, Jakarta Timur
The Baywalk @Green Bay Pluit, Pluit, Jakarta Timur
St Moritz, Puri Indah, Jakarta Barat

2014
Mall @The City Center, KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat
The Gateway, Pondok Gede, Jakarta Timur
Pantai Indah Kapuk Mall, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

2016
Pondok Indah Mall 3, Pondok Indah, Jakarta Selatan. (nia) (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »