Pengacara Tantang Sistem Pengadilan Kasus Pemerkosaan India

Foto : Warga mendatangi prosesi kremasi korban pemerkosaan India (reuters)

Pengacara Tantang Sistem Pengadilan Kasus Pemerkosaan India
NEW DELHI - Seorang pengacara menantang larangan aturan-aturan pengadilan terhadap kasus pemerkosaan India. Seperti diketahui, proses pengadilan itu dilakukan dengan tertutup dan cukup ketat.

Menurut salah seorang pengacara Dharmendra Kumar Mishra, sistem pengadilan itu tidak hanya mengawasi para pelaku pemerkosaan. Para pengacara, polisi yang merespons trageid itu, dan dokter yang merawat korban pemerkosaan juga ikut dihakimi.

"Ada kesalahan sistemik dalam kasus ini. Pengadilan harus berjalan dengan adil dan transparan, sehingga fakta yang sebenarnya akan muncul," ujar Mishra, seperti dikutip New York Times, Selasa (8/1/2013).

Tepat pada Senin kemarin, hakim melarang adanya perilisan detil-detil pengadilan tanpa izin. Mishra menilai, hal itu justru menjadi langkah efektif untuk membungkam media yang sedang meliput proses hukum dari kasus pemerkosaan mahasiwi berusia 23 tahun itu.

Mishra langsung mengajukan petisi yang berjudul "petisi revisi" ke depan pengadilan pada Senin lalu. Mishra menantang pengadilan, bila petisi itu berhasil disetujui, akan ada sebuah mekanisme pra-peradilan.

Pengadilan-pengadilan kasus pemerkosaan di India umumnya dilaksanakan secara tertutup, meski korban akan mengutarakan kesaksiannya. Dalam kasus ini, korban yang bernama Jyoti Singh Pandey meninggal dunia, dan jelas tidak bisa hadir untuk bersaksi.

Menurut jaksa penuntut umum Rajeev Mohan, pengadilan cukup khawatir dengan keamanan para pelaku pemerkosaan. Oleh karena itulah, mereka menerapkan aturan tertutup untuk sidang itu serta mengerahkan aparat kepolisian untuk berjaga-jaga. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    KMP Komitmen Jadi Penyeimbang Jokowi-JK