MAKASSAR - Polda Suselbar membentuk tim khusus untuk menyelidiki bentrokan antara massa pendukungn pasangan calon Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) dan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA).
“Saya telah perintahkan agar dibentuk tim khusus untuk mengungkap penyebab bentrokan yang terjadi antarmassa pendukung,” kata Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Mudji Waluyo.
Mudji juga meminta kepada pihak yang keberatan melapor ke Mapolrestabes Makassar. Pasalnya, lokasi bentrokan berada di Ibu Kota Provinsi Sulsel itu.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBB Eko Wagiyanto, mengatakan, pihaknya sudah memproses laporan penyerangan posko IA di Jalan Gunung Batu Putih. “Sudah ada empat saksi yang diperiksa. Kami sudah lakukan penyelidikan,” tuturnya.
Sejauh ini, kata Eko, penyidik masih mendalami pemicu terjadinya serangan.
Tim Hukum Pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahar Mudzakkar (IA) meminta kepolisian bersikap netral dan profesional menangani bentrokan antarmassa. Pernyataan itu diungkapkan usai melaporkan bentrokan yang mengakibatkan empat pendukung IA terluka.
“Kita sudah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes dan kami mengharapkan kepolisian bersikap netral dan profesional,” kata penasihat hukum IA, Syahrir Cakkari.
Dalam bentorkan pada Kamis, 10 Januari itu, simpatisan IA ada yang terluka terkena anak panah, yakni Iqbal, Arnold, dan Hamid, seorang lagi yang belum diketahui identitasnya.
Sementara itu, juru bicara pasangan Sayang, Alamsyah Demma, mengaku, semua kandidat dirugikan atas bentrokan tersebut. Apalagi, massa yang terlibat bentrok sama-sama warga Sulsel yang memiliki hubungan kekerabatan.
“Sesama warga Sulsel, semua punya hubungan kekerabatan. Jangan pecah hanya karena kekuasaan,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD II Partai Golkar Takalar itu.
Terkait laporan kubu IA, Alamsyah menyerahkan sepehuhnya kepada kepolisian.
“Itu kewenangan Kepolisian untuk memproses dan melakukan penyelidikan,” tandasnya.
Korban juga jatuh dari pihak massa Sayang. Sedikitnya ada tiga orang yang menjadi korban terkena tusukan senjata tajam dan lemparan batu. Tiga korban tersebut diketahui bernama Abdul Rahman, Niko, dan Ja’far.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.