Penobatan Raja Belanda Akan Dirayakan Meriah

Ratu Beatrix dan Pangeran Willem-Alexander (Foto: The Daily Beast)

Penobatan Raja Belanda Akan Dirayakan Meriah
DEN HAAG - Terkenal dengan kebiasaan mereka untuk membuat perayaan meriah, Belanda tengah bersiap untuk membuat pesta penobatan raja baru, Willem-Alexander. Penobatan itu direncanakan berlangsung pada 30 April mendatang.
 
Penobatan dari raja baru ini akan dilakukan bertepatan dengan hari libur nasional, Hari Ratu. Di hari itu, mabuk di depan publik ditolerir oleh seluruh lapisan masyarakat dan warga Belanda pun bersiap dengan warna kerajaan mereka, Oranye.
 
Jalanan, tepian kanal dan pusat berkumpulnya warga dipastikan akan dipenuhi oleh rakyat yang menggunakan atribut kebesaran Kerajaan Belanda. Bahkan, beberapa orang bisa saja jatuh ke kanal meskipun tidak dipenuhi dengan kecelakaan serius ataupun perkelahian parah karena perayaan penobatan raja itu akan diorganisir dengan rapi.
 
Pesta besar ini juga didukung oleh Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta rakyatnya untuk berpesta sepuasnya pada saat penobatan raja. Rutte memang penggemar pesta, dirinya bahkan tidak asing di beberapa kafe yang berada di Den Haag.
 
"Sebuah pesta yang akan melambangkan perasaan kita hari itu (penobatan raja)," ujar Rutte, seperti dikutip The News, Rabu (30/1/2013).
 
Tetapi Rutte juga memperingatkan agar pesta itu jangan terlalu mewah, mengingat kondisi perekonomian Belanda dan Eropa yang saat ini masih belum stabil. Lepas dari peringatan tersebut, Rutte tetap meminta rakyatnya untuk memberikan pesta yang akan diingat sepanjang masa.
 
Pangeran Willem-Alexander akan menggantikan Ratu Beatrix pada 30 April, setelah 33 tahun berkuas di Monarki Belanda. Setelah 123 tahun dipimpin oleh seorang ratu, Belanda akan segera menobatkan raja baru.
 
Sejumlah pihak berharap, Pangeran Willem-Alexander akan menyandang gelar Willem IV. Gelar itu juga disandang oleh Raja Willem III yang berkuasa pada 1817 hingga 1890 silam. Seperti diketahui, nama Raja Willem III adalah Willem-Alexander Paul Frederik Lodewijk.
 
 
(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Diminta Tak Banyak Bicara