Muncul "Ayam Kampus", KPK Tunjukan Secara Jelas Gratifikasi Seks Nyata

Kamis, 31 Januari 2013 12:58 wib | Tegar Arief Fadly - Okezone

Foto: Okezone Foto: Okezone JAKARTA - Kehadiran seorang mahasiswi bernama Maharani dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memunculkan dugaan bahwa Maharani akan dijadikan sebagai gratifikasi seks dalam transaksi tersebut.
 
"Saya kira ya (gratifikasi seks), pemandangan jamak. Bahwa sudah umum, cuma kontroversi soal gratfikasi seksual pembuktian dan UU di lapangan (sedikit susah)," kata pakar Psikologi Politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk saat dihubungi wartawan, Kamis (31/1/2013).
 
Dugaan bahwa mahasiswi sebuah kampus swasta itu akan dijadikan gratifikasi seks memang sangat kuat. Pasalnya Maharani tengah berada di sebuah Hotel Le Meridien bersama dengan tersangka Ahmad Fathanah.
 
Dari penangkapan tersebut, kata Hamdi, KPK seolah ingin menginformasikan ke publik secara luas bahwa gratifikasi seks dalam praktek korupsi memang ada. Dan tentunya hal ini membutuhkan tindaklanjut yang tegas.
 
"Contohnya ini fakta. Dia di hotel itu, KPK kesempatan ngasih tahu ada lho gratifikasi seksual, proses hukum tapi pembukitianya (susah). Ini memperlihatkan korupsi politik segala modus, menjangkiti semua partai," ungkapnya.
 
Permasalahan gratifikasi seks sendiri sudah sering dibicarakan oleh pegiat anti korupsi. Mereka berpendapat gratifikasi seks merupakan alat atau cara untuk melakukan suap. Namun, saat ini gratifikasi seks belum masuk ke dalam UU Tipikor yang saat ini ada.
 
KPK juga akhirnya membebaskan Maharani yang ikut ditangkap bersama AF saat menuju Hotel Le Meredian, Jakarta, Selasa malam lalu. KPK beralasan Maharani tidak terlibat dalam kasus yang sedang ditangani.
(sus)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »