Mahasiswa Moestopo Kaget & Malu

|

Ilustrasi: mahasiswa UPDM(B). (Foto: Diamma/UPDM(B))

Mahasiswa Moestopo Kaget & Malu

JAKARTA - Penangkapan mahasiswi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) atau UPDM(B) Maharani Suciono oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat geger kampus.  Meski masih dalam suasana libur, kabar tersebut cukup cepat berhembus di kalangan mahasiswa.

Retnoningtyas Endahwasito, mahasiswi Hubungan Internasional (HI) angkatan 2011 mengaku, baru sebatas mendengar ada mahasiswi UPDM(B) ditangkap KPK. Endah, demikian dia biasa disapa, merasa prihatin dengan insiden tersebut. Menurutnya,  kasus ini tidak hanya merugikan kampus karena mencoreng almamater, tetapi juga merugikan Maharani sebagai mahasiswa.

"Kasihan juga Maharani, kasus ini pasti merugikan masa depannya. Sudah dicap cewek enggak bener, kuliahnya juga pasti terganggu," kata Endah kepada Okezone, Kamis (31/1/2013).

Hal senada diungkap Novriansyah. Menurut mahasiswa Hubungan Masyarakat angkatan 2009 tersebut, kabar ini sangat mengagetkan. Apalagi Maharani masih mahasiswa baru di UPDM(B). 

"Saya kecewa dan prihatin karena membawa nama baik almamater. Semoga masalah ini cepat selesai," ujar Novriansyah.

Kekagetan juga dirasakan oleh Henny Pratiwi Rahayu, terlebih mengingat dia termasuk panitia orientasi mahasiswa baru yang menangani angkatan Maharani. "Aku baru tahu ada anak angkatan 2012 bernama Maharani. Bahkan, teman-teman seangkatannya juga banyak yang enggak tahu dia ada. Enggak heran sih, soalnya Maharani enggak terlibat dalam kegiatan pra, saat, dan pascaorientasi di kampus," paparnya.

Selain kaget, Henny merasa malu dengan kejadian tersebut. Karena bagaimanapun juga, ujar Henny, insiden ini mencoreng muka kampus. "Memang dia tidak tertangkap di wilayah kampus dan atau sedang pakai jaket almamater, tapi tetap aja bikin malu," imbuhnya. 

Selasa, 29 Januari lalu, Maharani ditangkap KPK bersama Ahmad Fathanah di sebuah kamar di Hotel Le Meridien, Jakarta. Ahmad sendiri merupakan tersangka kasus suap impor daging sapi yang disebut-sebut melibatkan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Dalam penangkapan tersebut, KPK mengamankan uang yang nilainya ditaksir mencapai Rp1 miliar. Uang pecahan Rp100 ribu itu disimpan dalam dua kantong plastik berwarna putih dan hitam. Setelah tidak terbukti terlibat kasus yang sedang diselidiki KPK, Maharani pun dilepaskan.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tokoh Kawasan Timur Kritisi Kabinet Jokowi