JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, mengakui hingga saat ini Indonesia masih belum memiliki formula dalam melakukan penanganan bencana yang bersumber dari tenaga nuklir.
"Nuklir dan atom, ini perlu dibicarakan lebih serius, kira-kira kalau ini terjadi bencana di pusat industri yang menggunakan atom, kita masih sangat lemah untuk mengantisipasinya," kata Syamsul, di Jakarta, Selasa (5/1/2013).
Untuk itu, Syamsul mengatakan pihaknya akan menggandeng Badan Pengawasan Tenaga Nuklir dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), untuk dapat mengantisipasi bila bencana nuklir benar terjadi di Indonesia.
"Kami terus mempelajari dari beberapa ahli nuklir. Dan untuk semua perlengkapan dan peralatannya itu kita usahakan produk dalam negeri," terangnya.
Untuk diketahui, saat ini Indonesia memiliki mempunyai dua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yakni, di Batan di Bandung dengan daya mencapai 60 MW dan di Serpong dengan daya 2 MW. Namun, dua PLTN tersebut belum digunakan secara konvensional.
(Catur Nugroho Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.