Kemelut di Demokrat Dipicu Perebutan Tiket Capres?

|

Adhie Massardi (Foto:Okezone)

Kemelut di Demokrat Dipicu Perebutan Tiket Capres?

JAKARTA - Perpecahan internal di Partai Demokrat (PD) semakin terlihat jelas. Hal tersebut diduga dipicu perebutan tiket calon Presiden 2014 antara Ketua Umum Anas Urbaningrum dengan istri Ketua Dewan Pembina, Ani Yudhoyono.

"Kemelut di Partai Demokrat dipicu oleh perebutan tiket capres antara Anas dan istri Ketua Dewan Pembina," ujar pengamat politik, Adhie M Massardi, kepada Okezone, Selasa (5/2/2013).

Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu menilai, berbagai upaya sudah dilakukan untuk melengserkan Anas Urbaningrum, namun gagal. Maka, dibuatlah alasan baru yaitu survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

"Seolah-olah hasil survei itu membuat kiamat, terutama di Partai Demokrat," lanjutnya.

Menurutnya, Anas Urbaningrum dipilih partai melalui kongres, sesuai AD/ART. Jadi, hanya kongres yang bisa melengserkan Ketua Umum PB HMI periode 1997-1999 itu.

"Makanya, mendorong KPK untuk membuat Anas tersangka. Jadi, kalau dia jadi tersangka maka Partai Demokrat bisa segera menggelar kongres luar biasa," pungkasnya.

 

Sebelumnya, politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, meminta Ketua Dewan Pembina, Susilo Bambang Yudhoyono, turun tangan menyelamatkan partai. Ruhut mengibaratkan Demokrat sebagai kapal yang akan karam.

"SBY Harus segera jemput bola karena kapal sebesar ini lama-lama akan karam," kata Ruhut kepada wartawan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin, 4 Februari 2013.

Desakan agar Anas mundur kembali menyeruak. Anggota Dewan Kehormatan, Jero Wacik, ikut mengisyaratkan mendukung agar Anas mundur dari jabatannya.

Desakan itu muncul menyusul anjloknya suara Partai Demokrat berdasarkan survei SMRC, yakni hanya sekira 8 persen saja.

Survei SMRC melansir suara Demokrat jauh di bawah Partai Golkar. Bila pemilu dilakukan sekarang, menurut hasil survei tersebut, Partai Golkar menjadi pemenang dengan dukungan 21,3 persen responden. Disusul, PDIP 18,2 persen, Partai Demokrat 8,3 persen, Partai Gerindra 7,2 persen, dan PKB 5,6 persen.

Sedangkan partai baru, yakni Partai NasDem memperoleh 5,2 persen, PPP 4,1 persen, PKS 2,7 persen, PAN 1,5 persen, serta partai lain 3,1 persen. Sedangkan 21,4 persen belum menentukan pilihan.

(ydh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Lift Mall Putus, Tiga Pengunjung Luka