JAKARTA - Direktur Jenderal Bimas Hindu, Kementerian Agama (Kemenag), Ida Bagus Gde Yudha Triguna mengatakan, aksi kekerasan kelompok di beberapa daerah, bukan mengatasnamakan agama.
Menurutnya, dalam kurun waktu 2012_2013 sedikitnya 11 Pura dirusak massa dengan tingkat kerusakan rata-rata mencapai 85 persen.
"Itu kejadian pada kurun waktu 2012-2013 ini. Seringnya umat Hindu secara bergotong royong melakukan perbaikan Pura itu," kata Ida Bagus Gde Yudha Triguna di Jakarta, Jumat (8/1/2013).
Lebih lanjut dia mengungkapkan, kekerasan pada kelompok umat Hindu itu terjadi pada dua wilayah, yakni Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kalau di NTB hanya satu Pura yang dirusak. Sama seperti di Lampung, tempat ibadah umat Hindu di NTB itu juga dibakar massa," tandasnya.
Menurutnya, pemicu kekerasan itu lebih pada kekecewaan sepihak saja.
Tidak ada keterlibatan unsur agama dalam konflik sosial yang terjadi atas peristiwa tersebut.
"Enggak ada unsur agama dalam kekerasan. Itu murni kerusuhan sosial saja. Makanya kami pun tak perlu ikut terlibat," jelasnya.
Dia menambahkan, masyarakat Hindu di Indonesia sangat memahami permasalahan tersebut. Mereka juga memperbaiki kerusakan yang terjadi pada tempat ibadah secara gotong royong.
“Sebagian yang rusak sudah diperbaiki. Memang tak cepat untuk perbaikan. Ada berapa bagian yang butuh ketelitian tinggi," pungkasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.