JEMBRANA- Seekor buaya jenis air tawar berumur 87 tahun, yang diklaim sebagai buaya penangkaran tertua di Indonesia, ditemukan mati di Taman Wisata Prancak, Bali.
Buaya tersebut diketahui tak bernyawa setelah seorang pawang mengecek ke tempat penangkaran. Pawang melihat buaya berkelamin jantan itu tergeletak dan dikerubuti lalat.
Hingga Rabu sore, buaya tua tersebut masih dibiarkan di tempat penangkaran. Pihak pengelola belum memastikan kapan bangkai tersebut dikuburkan.
Buaya yang diberi nama Boy itu termasuk tertua di Indoneisa. Buaya tersebut memiliki panjang sekira empat meter dengan berat hampir delapan kwintal.
Menurut pemilik Taman Wisata Prancak, Ngurah Agung Hartono, buaya itu pertama kali dibawa ke penangkaran pada 1987 dan berumur lebih dari 50 tahun.
“Jenisnya buaya Irian Jaya. Kalau di penangkaran, ini mungkin buaya tertua,” kata Hartono, Rabu (13/2/2013).
Hartono menambahkan, matinya buaya tertua itu disebabkan faktor usia. Sejak seminggu terakhir pergerakan buaya juga mulai kurang agresif.
Dengan matinya buaya tersebut, kini koleksi satwa langka di obyek wisata tersebut hanya tinggal seekor saja. Padahal sebelumnya Taman Wisata Prancak memiliki 10 ekor buaya.
Pada awal berdiri, tempat wisata itu dipenuhi hewan langka sepeti singa, macan, burung dan berbagai jenis hewan langka lainnya.
Karena tidak berkembang, obyek wisata yang berlokasi di Banjar Tibu Kleneng, Desa Prancak, Jembrana, itu mengalami kesulitan ekonomi dan banyak hewan yang mati, sisanya dikembalikan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.