Nabi Palsu Rohmad Terima Wahyu dari Malaikat Jibril

|

Buku ajaran yang ditulis Nabi Palsu Rohmad (Foto: Bramantyo/Okezone)

Nabi Palsu Rohmad Terima Wahyu dari Malaikat Jibril

KARANGANYAR- Penerus ajaran Rohmad yang mengangkat dirinya sebagai nabi, Suparmin, di Masjid Agung Karanganyar, Jawa Tengah, bersikukuh bila Rohmad terpilih menjadi imam dan penerus Nabi Muhammad,untuk 100 tahun mendatang. Selain itu, Rohmad juga dipercaya mendapatkan wahyu melalui Malaikat Jibril. 

Pertemuan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karanganyar dan dihadiri puluhan pimpinan Ormas keagamaan serta dari unsur Muspida, Kepolisian dan TNI, Suparmin menjabarkan bila Rohmad mendapatkan wahyu dari Allah SWT yang disampaikan langsung oleh Malaikat Jibril, sama seperti wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad berupa kitab suci Alquran.

"Rohmad adalah imam bagi kami untuk 100 tahun mendatang. Rohmad orang yang dipilih untuk meneruskan ajaran Allah yang dibawa Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Nantinya, setiap 100 tahun juga akan dipilih kembali seorang imam yang ditugaskan untuk meluruskan ajaran dari Allah," terang Suparmin, Jumat (15/2/2013).

Menurut Suparmin, kedudukan Rohmad dan Nabi Muhammad berbeda. Nabi Muhammad, menurut Suparmin adalah seorang nabi sekaligus rasul. Sesudah Nabi Muhammad sudah tidak ada lagi nabi-nabi lainnya. 

Tetapi dalam meneruskan agar ajaran yang diturunkan tetap lurus dan tidak berbelok, Nabi Muhammad meminta kepada Allah untuk menunjuk seorang imam yang dipercaya dapat menjaga dan meneruskan ajarannya. Rohmad terpilih sebagai imam yang juga mendapakan wahyu Ilahi seperti halnya Nabi Muhammad.

"Imam terpilih itu hanya berusia 100 tahun saja. 100 tahun berikutnya akan terpilih kembali seorang imam untuk meneruskan ajaran agama yang benar. 100 tahun ini, Rohmad terpilih sebagai imam. Ini sudah berlangsung berabad-abad," paparnya.

Seorang imam, tambah Suparmin, bisa diartikan sama dengan nabi. Tetapi, seorang nabi belum bisa disamakan dengan rasul. Pasalnya, Allah hanya menunjuk manusia-manusia pilihan untuk menjadi rasul sekaligus nabi.

"Dalam Alquran dijelaskan kalau jumlah rasul jumlahnya sedikit. Sedangkan nabi jumlahnya cukup banyak. Sekarang tidak mungkin bila Rohmad bisa menulis buku pedoman kepemimpinan seorang imam hanya 100 tahun. Sebagaimana Nabi Muhammad mengerti sejarah nabi Ibrahim bila tidak diberi wahyu oleh sang Ilahi. Jadi di mana letak kesalahan kami?," katanya.

Suparmin juga membantah tuduhan yang dialamatkan kepada Jamaah Muslimah bentukan Rohmad, yang bisa menggantikan ibadah haji cukup naik ke Gunung Lawu dan berkurban bisa digantikan dengan memotong pepaya sebagai pengganti hewan.

Penuturan Suparmin dan kelompoknya itu, ditentang puluhan pimpinan ormas yang hadir dalam sidang. Para pimpinan ormas meminta Suparmin segera bertaubat.

Pertemuan yang digagas MUI tersebut berjalan panas, karena kelompok Suparmin bersikukuh Rohmad merupakan imam sekaligus nabi yang ditunjuk Allah. MUI memutuskan sidang dilanjutkan pekan depan untuk memberi kesempatan kepada Jamaah Muslimah bertaubat.

(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Kembali Bohongi Rakyat