Kursi Pejabat DKI Tak Senyaman Dulu

|

Ilustrasi

Kursi Pejabat DKI Tak Senyaman Dulu

JAKARTA - Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna tak melihat adanya unsur politis saat Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo merotasi 20 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dia menilai, itu dilakukan karena Jokowi ingin membangun tim yang solid.

"Ini merupakan upaya refresh dan penyesuaian dengan sistem untuk mendukung program Jokowi. Dia ingin tim work yang kuat dan staf yang bisa dipercaya," kata Yayat kepada Okezone, Senin (18/2/2013).

Rotasi SKPD juga bagian dari mencari orang yang bisa dipercaya untuk menempati posisi yang memang pas. Menurutnya, akan sulit untuk mewujudkan program-program jika memiliki tim yang tidak kuat dan lambat.

"Bagaimana Jokowi mencari orang-orang kepercayaan yang bisa membuatnya tenang dan yakin semua yang dilakukan Jokowi akan mendapat dukungan," cetusnya.

Jika memiliki tim yang kuat dan dapat mendukung, menurutnya, program-program yang dicanangkan bisa terwujud. Pasalnya, jika kinerja SKPD tidak memuaskan Jokowi jadi pertaruhannya. "Nanti kalau program tidak terlaksana, kan Jokowi juga yang disalahkan," ungkapnya.

Yayat tidak bisa menilai, apakah komposisi pembantu  Jokowi saat ini sudah pas atau belum. Yang jelas, kata dia, hasilnya bisa dilihat enam bulan ke depan. Rotas ini juga menujukkan bahwa menjadi pejabat DKI tidak lagi senyaman dulu.

"Setiap orang yang punya jabatan baru di DKI itu panas, tidak nyaman seperti dulu lagi. Jadi pejabat sekarang bukan hanya menikmati fasilitas saja tapi ada tantangan dan target," cetusnya.

(trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Titin Tetap Mengingat Anaknya meski Hatinya Terluka