Ditolak 8 Rumah Sakit, Bayi Dera Akhirnya Meninggal

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Usianya belum genap sebulan. Namun dia harus kembali menutup mata untuk selamanya. Dera Nur Anggraini, meninggal lantaran telat mendapatkan penanganan medis.

Ayah Dera, Eliyas Setia Nugroho, awalnya tidak menyangka bila bayi yang dilahirkan istrinya, Elisa Darawati i punya kelainan di saluran lambung dan tak dapat menerima asupan air susu ibu (ASI).

"Dia lahir sekira tujuh hari. Waktu lahir ke bidan RS Bersalin Zahira, Jagakarsa. Tapi karena waktu lahir ada kelainan langsung diopname dan diinfus. Karena alat di RS itu kurang, jadi harus dirujuk untuk operasi, kondisinya parah, kalau kata dokter saluran ASI ke lambung enggak bisa masuk dan harus dioperasi," kata Eliyas Okezone, Senin (18/2/2013).

Hingga pada Sabtu 16 Februari malam, Dera menghembuskan napas terakhir. Sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan juga sudah didatanginya Eliyas. Namun, jawabannya sama, penolakan. "Saya sudah pergi ke Fatmawati, RSCM, Harapan Kita, Pasar Rebo, Tria Dipa, Asri, Budi Asih dan terakhir RSPP. Jawabannya sama semua, ruangannya penuh dan peralatannya tidak memadai," kata dia.

Dera merupakan kakak kembar dari Dara Nur Anggraini. Keduanya lahir dalam kondisi normal. Namun, sebelum kelahiran memang ada yang berbeda dari sang ibunda. "Sebelum kelahiran memang istri saya sempat demam tinggi," ujar warga Komplek Jati Padang Baru, RT 14/6, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini.

Dukanya yang mendalam cukup disesali. Pasalnya, lain cerita bila Dera bisa langsung dioperasi. Tawa ceria Dera mungkin akan terus berkembang beranjak umurnya bertambah.

"Kalau ada tempat yang bisa dioperasi, mungkin tidak seperti ini. Kita sudah nyari tempat tapi tidak dapat," ujarnya lirih.

Hanya Bawa Kartu Keluarga dan KTP 

Beberapa hari Eliyas mencari tempat rujukan untuk si buah hati. Namun, jawabannya adalah nolakan. Mungkin karena Eliyas hanya membawa kartu keluarga dan KTP.

Dera sempat dibawa ke Fatmawati, RSCM, Harapan Kita, Pasar Rebo, Tria Dipa, Asri, Budi Asih dan terakhir RSPP. Jawabannya sama semua, ruangannya penuh dan peralatannya tidak memadai. "Kita memang hanya menggunakan KTP DKI dan KK, kartu sehat kita belum ada," tuturnya.

Harapannya ke depan, agar Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) bisa mengatasi masalah seperti ini. Pasalnya, dia yang merupakan warga kecil tidak mampu jika harus mengeluarkan jutaan rupiah dalam waktu sekejap.

"Jika ada yang seperti saya, Pak Jokowi, mohon semuanya untuk warga yang kurang atau miskin seperti saya agar bisa mendapatkan pengobatan yang cepat. Anak saya ini kalau sudah didapat tempat bisa sekaligus bisa dioperasi," tuturnya.
(ded)
berikan komentar anda Lakukan Login untuk Komentar tanpa moderasi.
0 komentardisclaimer
breaking news x