Nikah Lagi, Ketua DPRD Enrekang Dilaporkan ke Polisi

|

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

Nikah Lagi, Ketua DPRD Enrekang Dilaporkan ke Polisi

MAKASSAR – Ketua DPRD Kabupaten Enrekang, Andi Natsir, diadukan istrinya ke polisi. Pasalnya, sang suami menikah lagi tanpa persetujuan sang istri. Bukan hanya kawin lagi, Natsir juga menggugat cerai melalui tuduhan perselingkuhan sang istri dengan oknum polisi berinisial H.  

 

Tak terima atas perlakuan itu, Andi Asni (39) mengadukan suaminya ke Polda Sulawesi Selatan dan diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu dengan tanda bukti lapor No LP/65/II/2013/SPKT per 18 Februari 2013.

 

“Awalnya, entah disengaja atau tidak, sang suami lupa telefon genggamnya tergeletak di tempat tidur. Saat istrinya mendapati ponsel tersebut, muncul foto suaminya berpangkuan dengan seorang perempuan,” kata Asruddin, adik kandung korban yang bicara mewakili kakak perempuannya, kepada Okezone di Makassar, Selasa (19/2/2013).

 

Asni sendiri masih tampak syok dengan kejadian yang menimpanya, hingga tak mampu banyak bicara. Selama hidup berumah tangga, mereka telah dikaruniai tiga orang anak yang kini telah remaja.

 

Kata Asruddin, dipicu oleh temuan foto di telefon genggamnya itulah, terjadi pertengkaran antarkedua suami-istri. Pertengkaran memuncak, sang suami mengultimatum agar salah satu pihak keluar dari Rumah Jabatan Ketua DPRD Enrekang yang mereka tempati. Istrinya mengalah dan memilih keluar, lalu pergi menenangkan diri ke rumah pribadi mereka di Maroangin, sekira 34 kilometer dari Rujab DPRD Enrekang.

 

Diterangkan, seminggu kemudian, suaminya datang ke rumah tersebut. Tanpa basa-basi Natsir menuding istrinya selingkuh dan telah berzina. Tudingan kasar itu disusul tindakan penganiayaan secara fisik.

 

Setelah tinggal terpisah, suaminya melayangkan gugatan cerai ke pengadilan. Tuduhan yang dilontarkan dalam sidang ialah perselingkuhan sang istri. Singkat cerita, Pengadilan Agama Enrekang memutuskan jalan perceraian dengan putusan No 118/Pdt.G/2012/PA.Ek per 27 Desember 2012. Kini, pihak istri mengajukan banding.

 

Terakhir, diketahui, Natsir telah menikah lagi pada 11 Januari 2013 di Desa Sikoale, Kecamatan Cempa, Kabupten Pinrang. Natsir menikah dengan Andi Erna, yang juga merupakan tetangganya di Maroangin, Enrekang. “Padahal pengajuan banding ke Pengadilan Tinggi Agama Sulsel sedang diproses, eh dia menikah lagi,” tutur Asruddin gemas.

 

Proses pengadilan dalam perkara tersebut dinilai janggal. Tanggapan muncul dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sulsel.

 

“Kalau bicara persoalan Ibu Asni, ada indikasi bahwa bukan saja soal konteks permohonan cerai-talak. Tapi banyak hal yang menjadi variabel untuk kemudian menangani perkara ini, misalnya dari banyaknya ditemukan kejanggalan. Seperti putusan hakim, itu paling jelas,” tanggap Wahidin Kamase, Ketua PBHI Sulsel.

 

Wahidin menandaskan, ada rangkaian acara dalam proses sidang itu yang tidak dilakukan oleh hakim. Kalau telah didalilkan seseorang melakukan perselingkuhan, seharusnya hakim meminta orang yang bersangkutan (prinsipal) datang dan mengangkat sumpah, tidak hanya meminta keterangan saksi-saksi.

(hol)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pria Ini Dapat 30 Ribu Kartu Ucapan Ultah