Menunggu "Komet" Menghantam Pembocor Sprindik Anas

Jum'at, 22 Februari 2013 12:32 wib | Mustholih - Okezone

JAKARTA-  Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya meminta Komite Etik untuk menyelidiki pihak internal yang membocorkan Surat Perintah Penyidikan (sprindik) Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Komite Etik bakal dibentuk  berdasarkan rekomendasi dari temuan tim investigasi Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK.

Menurut juru bicara KPK, Johan Budi, hingga kini kepastian siapa pembocor sprindik Anas masih samar, sebab Komite Etik belum dibentuk. "Komite Etik nanti yang menyimpulkan apa ada kebocoran," kata dia dalam pesan singkat, Jumat (22/2/2013).

Namun, Johan punya sebutan tersendiri untuk menyebut  Komite Etik. Dia menyebutnya menjadi 'Komet'. "Jika ada (pembocor), siapa yang membocorkan, tunggu Komet," tegas dia.

Johan Budi menyatakan, Komite Etik bakal diisi dari unsur eksternal KPK dan beberapa pimpinan. "Anggotanya bisa lima sampai tujuh orang. Yang pasti dari eksternal akan lebih banyak dari internal. Tentu tokoh yang punya integritas yang akan dpilih," paparnya.

Dalam tradisi KPK, Komite Etik dibentuk apabila ditemukan telah terjadi dugaan pelanggaran etika yang dilakukan oleh petinggi KPK. Para petinggi yang bakal diperiksa meliputi Direktur Penyelidikan, Direktur Penyidikan, Deputi Penindakan, Satuan Tugas yang menangani kasus, hingga lima pimpinan KPK.

Independensi KPK memang sedang diuji. Akibat mengusut kasus Hambalang, KPK seperti terjebak politik kekuasaan karena turut memanaskan kisruh Partai Demokrat dengan mengeluarkan sprindik yang menyatakan Anas Urbaningrum telah menjadi tersangka lanjutan di proyek Hambalang.

Jadi, siapa pembocor Sprindik Anas? Tunggu ‘Komet’ menghantam pembocor tersebut. (ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »