Masih Dikepung, Pasukan Pemukul Belum 'Tembus' Distrik Sinak

Ilustrasi

Masih Dikepung, Pasukan Pemukul Belum 'Tembus' Distrik Sinak
SENTANI - Sebanyak 24 pasukan Batalyon 751/BS Kodam XVII/Cendrawasih, yang diberangkatkan siang tadi dari Sentani, Papua, belum bisa memasuki wilayah Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya. Pasalnya, daerah itu masih dikuasai oleh kelompok sipil bersenjata.

Berdasarkan informasi, bandara dan pos keamanan TNI maupun Polri di daerah itu, dikepung oleh kelompok bersenjata di bawah pimpinan Goliat Tabuni.

Pastukan Batalyon Raider itu berangkat dengan menggunakan dua helikopter jenis MI-17 di bawah komando Kapten (Inf) Irawan Setyawan. Mereka membawa peralatan temput dan amunisi berkaliber besar.

Sementara tujuh jenazah anggota TNI yang tewas dalam penyerangan kemarin, juga belum bisa dievakuasi. Kondisi jenazah cukup memprihatinkan, karena sudah tertahan dua hari tanpa fomalin (pengawet mayat).

Seperti diberitakan, mobil pembawa 10 anggota TNI diserang oleh kelompok sipil bersenjata saat dalam perjalanan menuju bandara untuk mengambil radio telekomunikasi dari Nabiri, sekira pukul 10.30 WIT.

Selain menewaskan tujuh orang personel, penyerangan yang terjadi di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, itu juga menyebabkan empat warga sipil, yang bekerja sebagai tukang batu, tewas.

Satu jam sebelum penyerangan, Pos Maleo di Distrik Tinggi Nambut juga diserang oleh kelompok sipil bersenjata. Satu anggota Kopassus tewas dalam peristiwa tersebut, sementara satu orang lainnya terluka akibat tembakan. (ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    PKB Hormati Jokowi Tak Ingin Menteri Rangkap Jabatan