Ruhut: Patrialis Mundur karena Takut Bersaing dengan Akil

|

Ruhut: Patrialis Mundur karena Takut Bersaing dengan Akil

JAKARTA - Sebelum melakoni fit and proper test tiga calon hakim konstitusi memutuskan mengundurkan diri, salah satunya adalah mantan Menkum HAM Patrialis Akbar.

 

Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Poltak Sitompul mengatakan, mundurnya Patrialis Akbar diduga karena enggan bersaing dengan hakim Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.

 

"Menurut saya, si Patrialis itu keluar karena tadinya dia mau jadi Ketua MK, tapi ada Akil Mochtar dari Golkar. Pasti orang yang lebih lama," jelas Ruhut di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (27/2/2013).

 

Politisi Partai Demokrat ini, menyampaikan apa yang dilakukan Patrialis itu, seperti kisah Mahfud MD yang pernah kalah dari Jimly Asshiddiqie. Ruhut menyatakan, Mahfud baru bisa menang setelah kalah dan setelah menang, Mahfud menang lagi di dua periode.

 

"Nah ini juga pasti dari dalam, mereka solid dong, mana mungkin orang baru (jadi ketua), apalagi cuma Mahfud yang keluar. Pasti Patrialis lihat. Wah, ini gawat juga," terang Ruhut.

 

Ruhut menambahkan, seharusnya Patrialis tetap ikut melakukan uji kelayakan dan kepatutan Calon Hakim Konstitusi. "Kalau saya jadi si Patrialis, masuk saja dulu bersama-sama, baru nanti berikutnya dia bisa jadi ketua kan. Tapi dia rupanya kepingin keluar sekarang. Tapi feeling saya Akil (yang bakal jadi ketuanya), atau siapapun yang dilapangan yang ditinggalkan Mahfud," simpulnya.

 

Seperti diketahui, tiga dari enam calon hakim konstitusi yang seharusnya melakukan fit and proper test di Komisi III DPR RI pada hari ini, Rabu (27/2) mengundurkan diri.

 

Ketiga orang Calon Hakim Konstitusi yang mundur tersebut yakni, Patrialis Akbar, Lodewijk Gultom dan Ni'matul Huda. Sementara sisanya, yakni Arief Hidayat, Sugianto, dan Djafar Albram tetap menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi Hukum DPR.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Penghina Jokowi Dapat Duit Rp10 Juta