Istri Bawa Mobil Saat One Day No Car, Ini Jawaban Nur Mahmudi

|

Wali Kota Depok Nur Mahmudi (Foto: Okezone)

Istri Bawa Mobil Saat One Day No Car, Ini Jawaban Nur Mahmudi

DEPOK - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengklarifikasi pemberitaan yang menyudutkan istrinya, Nur Azizah. Nur kedapatan datang ke Balai Kota menggunakan mobil saat pelaksanaan program Sehari Tanpa Mobil Dinas atau One Day No Car (ODNC).

 

Nur Mahmudi akhirnya menjawab dengan membuat pernyataan klarifikasi langsung dari tempat dia melaksanakan kunjungan kerja di Magelang.

 

Melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkot Depok Diah Sadiah, Nur Mahmudi menanggapi pemberitaan di beberapa media massa. Hal itu juga termasuk kronologis kejadian istrinya menggunakan mobil ke Balai Kota siang tadi.

 

"Kejadian terjadi saat petugas kepolisian serta Satpol PP sedang persiapan antisipasi demo yang akan dilakukan oleh salah satu ormas, sehingga lingkungan Balai Kota dilakukan sterilisasi. Pada saat bersamaan kendaraan ibu wali kota akan masuk ke areal Balai Kota karena ada kepentingan di kantor PKK. Dapat kami sampaikan bahwa

tidak ada penerobosan barikade, yang terjadi adalah dibukanya barikade karena ada kendaraan akan masuk," ungkap Diah kepada wartawan, Selasa (26/02/2013) malam.

 

Diah menambahkan, surat edaran tentang Penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang pada implementasinya menjadi Gerakan ODNC (One Day No Car) berawal dari tekad dan kesepakatan bersama para OPD, Camat dan Lurah, untuk tidak menggunakan mobil dinas ke kantor setiap hari Selasa dalam rangka mengurang konsumsi BBM, volume kendaraan, polusi udara, serta meningkatkan jumlah penumpang transportasi umum. Hal itu agar pelayanan umum kepada publik tidak terganggu.

 

"Ada beberapa pengecualian yakni mobil damkar, angkutan sampah dan layanan kesehatan. Jika pergi dinas ke luar kota. Mobil operasional untuk pelayanan bersama (publik), setelah memperhatikan konsistensi para pimpinan (wali kota dan wakil wali kota) tidak pakai mobil dinas, bahkan tidak pakai mobil pribadi, tapi pakai ojek, angkot, sepeda motor, KRL, Bajaj," tegasnya.

 

Kendaraan Nur Azizah, kata Diah, termasuk dalam pengecualian karena termasuk dalam kendaraan yang digunakan untuk pelayanan publik. Dalam hal ini istri wali kota sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok yang lebih banyak melakukan kegiatan sosial kepada masyarakat.

 

"Kesepakatan awal, seluruh PNS tidak menggunakan mobil pribadi, lalu para kepala dinas menghimbau kepada masing-masing stakeholdersnya jika datang ke balai kota pada hari Selasa tidak menggunakan mobil pribadi, dianjurkan menggunakan transportasi umum atau sepeda motor," jelasnya.

 

Pengecualian diberikan kepada tamu atau mitra pemkot yang perlu mendapat perhatian dan pelayanan khusus. Lalu orang sakit dan cacat.

 

"Terkait PKK atau istri wali kota, termasuk dalam kategori pengecualian nomor satu, yakni mendapat pelayanan khusus," dalihnya.

(sus)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Asal-Usul Nama Mobil Listrik Suryawangsa 2 Arjuna