Javanologi UNS Jajaki Penarikan Naskah Kuno dari Leiden

Ilustrasi: naskah kuno. (Foto: dok. UGM)

Javanologi UNS Jajaki Penarikan Naskah Kuno dari Leiden
SOLO – Institut Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berupaya menjajaki penarikan naskah-naskah kuno, di antaranya manuskrip Jawa dari Perpustakaan Leiden, Belanda. Naskah-naskah kuno itu diangkut ke Belanda, saat Belanda menjajah Indonesia.

"Upaya itu telah dilakukan Javanologi UNS, salah satunya melayangkan surat untuk bekerjasama, termasuk mengirimkan orang untuk datang ke perpustakaan tersebut," ungkap Ketua Institut Javanologi UNS, Sahid Teguh Widodo, M.Hum, PhD.

Penarikan naskah kuno ini, menurut Sahid, memang tidak mudah. Apalagi posisi perpustakaan Leiden saat ini sudah tertutup, dan sulit diakses oleh siapa pun.

Sahid mengimbuh, keberadaan naskah-naskah kuno yang sebagian besar berupa manuskrip Jawa, baik dalam bentuk prasasti, logam, relief candi, lontar, tulang maupun bambu.

"Paling tua berasal dari zaman sebelum Islam masuk ke Indonesia," ungkapnya.

Sahid menilai, keberadaan naskah kuno itu sangat penting karena berkaitan erat dengan kebudayaan dan peninggalan Jawa. Selain itu, sangat menunjang perkembangan dunia pendidikan di Indonesia.

"Terutama untuk kajian tesis maupun disertasi," tuturnya. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ruhut: Kasihan Jokowi...