Sultan Sulu: Kami Siap Mati di Sabah!

|

Foto : Sultan Sulu Jamalul Kiram III (AP)

Sultan Sulu: Kami Siap Mati di Sabah!

MANILA - Di saat munculnya ancaman dakwaan dari Pemerintah Filipina dan ancaman serangan dari polisi Malaysia, Sultan Sulu Jamalul Kiram III justru mengabaikan hal itu. Sultan Kiram menegaskan, dirinya tidak akan menyerah dan siap mati di Sabah bila memang perlu.

"Kata 'menyerah' adalah sesuatu yang tidak baik bagi kami. Kami bukanlah penjahat, kami bukan elemen yang buruk. Kami adalah warga yang tunduk pada hukum," ujar Kiram, seperti dikutip Manila Times, Jumat (1/3/2013).

"Kami datang ke sini tidak untuk mengahasut, kami ke sini untuk hidup di wilayah kami. Saya rasa ini bukan kejahatan," imbuhnya.

Kiram menegaskan kembali, para loyalisnya sudah siap berperang dan mati bila mereka diserbu oleh pasukan Malaysia. Kiram pun mengabaikan peringatan Menteri Hukum Filipina Leila de Lima  yang mengancam akan mendakwanya.

Pada saat yang sama, Kiram mengkritik Presiden Benigno Aquino karena enggan mengintervensi masalah itu. Putri Kiram mengklaim, Pemerintah Filipina telah mempermainkan Kesultanan Sulu.

Juru bicara Aquino, Edwin Lacierda, langsung berkomentar dengan mengatakan bahwa Aquino tidak akan mendukung Sultan Kiram karena nyawa warga Filipina di Sabah terancam bahaya. Namun Lacrieda menegaskan, pemerintah masih akan memberi toleransinya pada Kesultanan Sulu mengenai masalah ini.

"Mereka (loyalis Sultan Sulu) ingin mendapat kesempatan berbicara dengan presiden. Kesempatan apa? Ini merupakan kesempatan emas bagi mereka. Presiden sudah mengatakan pada mereka, 'pulanglah, ayo selesaikan masalah ini, hindari pertumpahan darah, dan mari berkompromi," ujar Lacrieda.

"Namun mereka lagi-lagi menantang. Apa yang kami katakan adalah, 'masalah ini belum bisa disepakati. Kita semua punya kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini dengan damai. Kami juga memberikan uluran tangan, kami memintanya untuk tukar menukar pandangan, dan mereka menolak'," paparnya.

(AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Minta Penahanan Arsyad Ditangguhkan