Wakepsek Paksa Siswi Oral Seks Terancam 15 Tahun Bui

|

Foto: Ilustrasi

Wakepsek Paksa Siswi Oral Seks Terancam 15 Tahun Bui

JAKARTA - Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya, dengan memaksa untuk melakukan oral seks terancam hukuman penjara maksiamal 15 tahun.

Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 82 Nomor 23 Tahun 2002. Tidak hanya pelaku, pihak sekolah yang mengintimidasi korban juga terancam hukuman yang sama.

Menurut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, Kepala Sekolah dan juga wali kelas yang mencoba membujuk korban untuk mencabut laporannya ke polisi juga dapat disangkakan pasal yang sama.

"Kepala sekolah, wali kelas yang mengetahui adanya peristiwa kekerasan seksual pada anak di bawah umur, namun membiarkan hal tersebut atau justru mengintimidasi dengan menyuruh korban mencabut laporan, atau mencoba mengintimidasi itu bisa dikenakan Pasal 82, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," ujar Arist saat dihubungi Okezone, Jumat (1/3/2013).

Dikatakan Arist pihak Suku Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Sudin Dikmenti) Jakarta Timur yang juga melakukan tindakan intimidasi saat mendapat laporan korban akan mendapat hukuman yang sama pula.

"Semuanya yang mengetahui namun membiarkan itu kena pasal tersebut, suku dinas itu pun akan kena," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, MA (17), seorang siswi kelas XII sebuah SMU di bilangan Matraman, Jakarta Timur mengaku dipaksa untuk melakukan oral seks oleh seorang guru berinisial T, yang juga Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek), dengan ancaman tidak akan diberikan nilai dan ijazah jika korban tidak menuruti keinginannya.

Tak hanya sekali, guru yang seharusnya menjadi panutan itu memaksa MA memuaskan nafsunya hingga empat kali dalam rentang waktu bulan Juni dan Juli.

MA menuturkan, peristiwa bejat itu pertama kali terjadi pada 26 Juni 2012 lalu. Saat itu dirinya yang sedang libur sekolah, mendadak ditelepon pelaku sekira pukul 15.00 WIB. Dengan alasan urusan sekolah, pelaku meminta MA bertemu di sebuah lokasi yang justru jauh dari sekolah.

(sus)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Wajib Belajar 12 Tahun Akan Ada Payung Hukum