Tempat Lahir Mantan Presiden Soeharto Jadi Monumen

|

Soeharto (wordpress)

Tempat Lahir Mantan Presiden Soeharto Jadi Monumen

BANTUL- Tempat lahir mantan Presiden Soeharto di Dusun Kemusuk Lor, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY, dijadikan monumen. Peresmian monumen hari ini bertepatan dengan hari bersejarah, Serangan Umum 1 Maret 1949.

Pada bangunan tersebut, terdapat pendopo berukuran cukup besar dengan luas 600 meter persegi. Selain itu, dua bangunan rumah yang di dalamnya terpampang foto-foto almarhum Soeharto semasa hidup hingga menjadi Presiden RI kedua selama 32 tahun.

Ketika memasuki area monumen dengan luas lahan 3.800 meter persegi itu, kita akan melihat sebuah patung Soeharto berukuran besar berdiri gagah di luar monumen. Tak hanya di luar, patung penguasa rezim orde baru itu juga dipasang lagi di dalam ruangan dengan posisi hormat.

Probosutedjo, yang tak lain adalah adik Soeharto, mengatakan, lokasi monumen tersebut merupakan tempat lahir Soeharto. Sebelumnya, tanah pekarangan itu habis dibagi kepada ahli waris. Namun, tanah yang telah dibagi dibeli kembali dengan tujuan untuk mendirikan monumen.

"Tujuan monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan Bapak Soeharto. Kami berharap perjuangannya selalu ada dan tidak hilang oleh sejarah. Kami tidak ingin sejarah Pak Harto hilang seperti kerajaan Majapahit yang berjaya, tetapi tidak ada jejaknya," kata Probosutejo, Jumat (1/3/2013).

Probosutejo menyampaikan, peran Soeharto dalam perjuangan mempertahankan negara sangat besar, salah satunya memimpin serangan umum 1 Maret 1949.

Dengan serangan kala itu, bisa membuka mata dunia bahwa Tentara Nasional Indonesia (kala itu ABRI: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) mampu mengusir tentara Belanda yang menduduki Yogyakarta.

"Kemenangan serangan umum 1 Maret 1949 membuat PBB melakukan sidang dan memutuskan tentara Belanda harus meninggalkan Indonesia. Peristiwa ini tidak kalah pentingnya dengan 17 Agustus," jelasnya.

Putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana yang disapa Mbak Tutut, berharap, peresmian monumen itu bisa bermanfaat bagi semua pihak.

"Monumen ini semoga bisa menjadi tempat pembelajaran, menjadi tempat mengenang sejarah dan sebagai tempat untuk meneruskan perjuangan bangsa ke arah lebih baik," jelasnya.

(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Harus Selamatkan 262 Buruh Migran dari Hukuman Mati