PDIP Resmi Daftarkan Gugatan Hasil Pilgub Jabar ke MK

|

Ilustrasi (Okezone)

PDIP Resmi Daftarkan Gugatan Hasil Pilgub Jabar ke MK

JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDI Perjungan Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin menilai, bila hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar tidak berjalan secara adil dan jujur. Dia menduga sejak awal sudah ada pelanggaran yang terstruktur.

"Kami tidak terlalu mempermasalahkan hitungan akhir, tetapi poin yang kami permasalahkan adalah sebuah proses di mana menghasilkan angka-angka itu. Proses itu saya melihatnya terlalu banyak pelanggaran-pelanggaran, karena banyaknya pelanggaran yang terstruktur dan massif menghaslkan angka itu. Dan ini sangat menciderai berdemokrasi, secara jujur, secara terbuka," kata TB Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/3/2013).

Oleh sebab itu, pihaknya akan mengajukan keberatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas dugaan terjadinya pelanggaran yang memenangkan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar. Pihaknya akan menjadikan keputusan MK sebagai pembelajaran untuk kedewasaan politik.

"Kemudian, atas dasar itu kami sudah kumpulkan data patutkah seorang kepala daerah lakukan a, b, c dan d selama dia mencalonkan. Saya sudah tunjuk ahli hukum, nanti akan kita bawa ke MK, apa pun keputusan nanti, kami tidak akan pernah mengerahkan massa, ini proses pembelajaran apalagi tindakan kekerasan tidak membuat kita semakin dewasa," tegas dia.

Pihaknya sudah menunjuk kuasa hukum untuk membawa sekira 74 pelanggaran yang dilakukan oleh pihak incumbent. "Perkiraannya Senin atau Selasa atau Rabu. Saya sudah siapkan ahli hukumnya, ada 74 halaman pelanggaran," katanya.

Salah satu temuan dugaan pelanggaran, yaitu adanya money politic yang dilakukan incumbent. Menurut temuan dia, Bank Jawa Barat (BJB) melakukan transaksi pengiriman dana kepada Kepala Desa Jabar. Padahal kata dia, transaksi itu dilakukan ketika musim libur.

"Satu hal yang menggelikan, besok saja coblosan hari ini bank BJB itu padahal dalam keadaan libur, malam pukul 23.00 masih membagikan uang situ itu saja tidak bagus lah. Ada apa? Tidak elegan, atau munafik sekali, kalau disebut itu percepatan, kami sudah tinggal 50 tahun lebih," pungkasnya.

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Komite Sekolah Bebani Orangtua Siswa