Kapolda Metro: Kasus Asusila Bukan Hanya Tugas Polisi

|

Ilustrasi (Okezone)

Kapolda Metro: Kasus Asusila Bukan Hanya Tugas Polisi

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, turut angkat bicara terkait dengan aksi pencabulan siswi SMA 22, Jakarta Timur, MA (17) oleh Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek).

Menurutnya, kasus asusila ini harus melibatkan pihak sekolahan, bukan hanya tugas polisi.

"Kasus ini harus bersinergi, bukan hanya tugas polisi saja, tetapi tugas semuanya," ujar Putut kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/3/2013).

Kata Putut, pihaknya juga perlu mengetahui sejauhmana kehidupan terlapor dalam hal ini Wakepsek SMA 22, Jakarta Timur.

"Kita juga perlu lihat sejauhmana tingkat keimanan yang bersangkutan, dan sejauhmana tentang agamanya. Kalau hanya dilimpahkan kepada polisi semua, tidak akan berhasil dengan baik, tetapi pihak-pihak terkait juga terlibat untuk menyelesaikan kasus ini," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, MA (17), seorang siswi kelas XII sebuah SMU di bilangan Matraman, Jakarta Timur mengaku dipaksa untuk melakukan oral seks oleh seorang guru berinisial T, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah, dengan ancaman tidak akan diberikan nilai dan ijazah jika korban tidak menuruti hawa nafsunya.

Tak hanya sekali, guru yang seharusnya menjadi panutan bagi siswanya itu, melakukan aksi bejatnya hingga empat kali dalam rentang waktu bulan Juni dan Juli.

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pria Ini Membeli Pulau dan Mendirikan Kerajaan Sendiri