Situasi Sabah Persulit Pemilu Malaysia

Foto : Polisi Malaysia di Sabah (AP)

Situasi Sabah Persulit Pemilu Malaysia
KUALA LUMPUR - United Malays National Organisation (UMNO) mulai mempertimbangkan penundaan pemilu karena situasi di Sabah masih memanas. Perdana Menteri Najib Razak juga cuku khawatir, isu Sabah akan semakin mengganggu perekonomian Malaysia.

"Akan sangat sulit menggelar pemilu bila situasi di Sabah masih seperti itu," ujar pejabat UMNO, seperti dikutip Reuters, Selasa (5/3/2013).

"Ini bukan hanya isu keamanan, ini adalah isu pemilu byang besar, yang bisa dimanipulasi oleh fraksi oposisi," tegasnya.

Bagi Negeri Jiran, krisis Sabah cukup rumit karena berkaitan dengan isu imigran legal dari Filipina ke Malaysia. Menurut Pemerintah Filipina, sekira 800 ribu warga Filipina tinggal di Sabah.

"Masalah yang dihadapi Pemerintah Malaysia adalah prospek warga-warga Sulu yang memiliki kartu identitas Malaysia. Banyak dari mereka tinggal di Sabah," paparnya.

Di saat konflik Sabah memanas, Malaysia pun langsung mendeportasi 300 imigran gelap Filipina. Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario langsung terbang ke Malaysia dan mendesak Malaysia bertoleransi dalam menangani imigran gelap Filipina.

Seperti diketahui, konflik Sabah telah menelan korban jiwa sebanyak 27 orang. Korban dari konflik itu berada dalam sisi Kesultanan Sulu dan juga polisi Malaysia.

Malaysia pun mengirim dua batalion militer ke wilayah Sabah usai personil kepolisiannya tewas. Sementara itu, banyak warga Malaysia di Sabah yang terpaksa melarikan diri karena takut akan baku tembak itu. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ruhut: Kasihan Jokowi...