Jumlah Pendaftar SNMPTN 2013 di Unesa Tembus 33 Ribu

|

Ilustrasi : snmptn.ac.id

Jumlah Pendaftar SNMPTN 2013 di Unesa Tembus 33 Ribu

JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 akan berakhir dalam hitungan jari. Sementara itu, berdasarkan data H-3 penutupan pendaftaran SNMPTN 2013, jumlah pendaftar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah menembus angka di atas 30 ribu.

"Sampai saat ini, pendaftar ke Unesa tembus angka 33.919. Pendaftaran masih berlangsung terus sampai 8 Maret 2013, semoga tembus 40 ribu atau bahkan sampai 50 ribu lebih," ujar Pembantu Rektor (PR) 1 Unesa, Kisyani, seperti disitat dari situs Unesa, Rabu (6/3/2013).

Dia menyayangkan, sejumlah daerah, seperti Provinsi Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Luar Negeri masih kosong. Maka, dia berharap, pemerintah daerah dapat membantu mengingatkan pihak sekolah maupun para siswa untuk segera mendaftar.

"Kami berharap, siswa di lokasi tersebut mendaftar. Kepala sekolah atau pejabat setempat dapat menindaklanjuti informasi ini. Tahun lalu kami sudah menyebarkan brosur ke Sulawesi Barat, tampaknya belum ada hasil," tuturnya.

Menurut informasi call centre Unesa, sampai hari ini, masih ada siswa yang menanyakan tatacara pendaftaran, mengunggah portofolio, dan mendaftarkan Bidik Misi. Padahal, jika mencermati petunjuk dengan detail, kemudahan akan didapat di sana. Sebab, sudah banyak siswa yang berhasil mendaftar dengan ditandai kartu peserta. Jika mengalami kesulitan, siswa juga dapat bertanya ke teman yang sudah berhasil mendaftar.

Ayo tunggu apalagi? Segera daftarkan diri Anda pada laman snmptn.ac.id dengan menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang Anda miliki sebelum 8 Maret 2013. Selain SNMPTN, tahun ini, para calon mahasiswa dapat mengikuti dua jalur penerimaan mahasiswa baru lainnya, yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) maupun jalur mandiri.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Transjakarta Jadi BUMD, Bagaimana Nasib Karyawannya?