10 Bentrok TNI-Polri Sejak 2006

|

Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

10 Bentrok TNI-Polri Sejak 2006

JAKARTA– Bentrokan antara aparat TNI dan Polri terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan. Puluhan aparat TNI Yon Armed 15 membakar markas Polres OKU. Akibatnya, sebanyak empat orang terluka, termasuk Kapolsek Martapura. Bentrokan tersebut dipicu penembakan anggota TNI oleh seorang anggota polisi.

Pertikaian antara TNI-Polri itu bukanlah yang pertama terjadi. Kejadian tersebut sebelumnya juga sering terjadi. Pemicu  pun beragam. Berikut 10 bentrokan antara anggota TNI- Polri yang terjadi di Indonesia.

Maret 2006

Bharaka Immanuel Kaise, anggota satuan Brigade Mobil Polda Maluku dituding menganiaya anggota kesehatan Kodam XVI/ Pattimura, Sertu Afrisol A Luwik. Penganiayaan itu memicu pertikaian antara TNI dan Polri di ambon. Seorang anggota TNI dan seorang anggota Polri tewas, dan dua orang warga sipil cedera.

Agustus 2006

Bentrokan antara anggota Polres Musi Lawas dengan Kodim Musi Lawas terjadi di Tugu Mulia, Kabupaten Musi Lawas, Sumatera Selatan. Korban Tewas adalah Serma Edi Subeja dan Bripda Yuda.

Desember 2006

Anggota TNI dari Yonif 744 Satya Yudha Bakti (SYB) Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) bentrok dengan aparat keamanan dari Polres Belu.

Juni 2007

Bentrokan terjadi antara aparat Polres Polman dengan anggota TNI dari batalyon 721 yang bermarkas di Polewali

September 2007

Bentrokan antara TNI dan Polri di Ternate, Maluku Utara. Dua orang meninggal dari Polri dan lima orang luka-luka. Sementara dari TNI, dua orang mengalami luka-luka.

Oktober 2007

Bentrokan antara Anggota Polres Pemalang dan anggota TNI yang sedang pulang kampung terjadi di Terminal Induk Pemalang. Bentrok itu mengakibatkan dua anggota TNI, Cahyo Priyono dan M suud dirawat di Rumah sakit. Cahyo dirawat di RS Telogorejo Semarang karena mengalami pendarahan di kepala, sedangkan Suud di RSUD M Ashari Pemalang.

Februari 2008

Satu orang anggota polisi tewas dan tiga orang lainnya menderita luka-luka akibat Mapolres Maluku Tengah, Provinis Maluku diserang anggota Batalyon Infanteri 731 Masohi. Penyerangan tersebut dipicu kesalahpahaman antara seorang anggota polisi Bripka M Rumata dan anggota TNI dari Yon 731 bernama Eko.

Oktober 2009

Sejumlah anggota bintara magang Mabes Polri tiba-tiba diserang anggota TNI berpakaian preman. Akibatnya, tiga anggota bintara terluka terkena tusukan sangkur. Seorang warga sipil bernama Rustam turut menjadi korban.

Juli 2010

Puluhan anggota Batalyon Infanteri 141/AYJP Muara Enim mendatangi dan merusak Markas Polres Muara Enim, Pos Polisi Tanjung Enim, dan Pos Polisi Jembatan Enim II. Insiden ini dipicu masalah kesalahpahaman.

April 2012

Sat anggota Brimob melakukan Sweeping, terjadi pertikaian dengan personel Batalyon 221 Kostrad. Akibat insiden ini, enam orang prajurit Kostrad menderita luka-luka dan seorang prajurit Kostrad bernama Prada Firman tewas terkena peluru di bagian lengan sebelah kiri.

(Sumber: Koran Sindo)

(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    JK Ajak Imam Besar Masjidil Haram Keliling Istiqlal