Polda Bali Siapkan Jalur Evakuasi KTT APEC

|

Ilustrasi

Polda Bali Siapkan Jalur Evakuasi KTT APEC

DENPASAR - Polda Bali tengah mematangkan berbagai persiapan untuk keamanan dan kelancaran lalu lintas menjelang KTT APEC yang berlangsung Oktober 2013. Persiapan itu dengan menyiapkan jalur evakuasi untuk tamu penting negara bila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kepolisian menjamin, menjelang atau selama berlangsungnya KTT APEC sudah mengantisipasi berbagai hal yang berpotensi mengganggu atau mengancam jalannya pertemuan internasional itu.

"Kami telah benahi seluruh manajemen lalu lintas menjelang KTT APEC. Beberapa titik rawan menuju lokasi KTT sudah kami identifikasi dengan baik," jelas Direktur Lalulintas Polda Bali Kombes Pol Syamsul Bahri di Denpasar, Jumat (8/3/2013)

Pembenahan sistem pengaturan arus lalu lintas dilakukan pada titik-titik rawan terutama menuju kawasan KTT APEC agar bisa akan berjalan lancar, aman dan nyaman. "Yang menjadi fokus perhatian utama kami menyangkut jalur evakuasi para tamu negara penting selama KTT APEC," tegasnya.

Hal itu penting dilakukan sebagai antisipasi terhadap ancaman dan bahaya yang bisa saja muncul selama berlangsungnya KTT,  sehingga jika ada hal-hal yang mengancam keselamatan kepala negara bisa dievakuasi secara cepat dan tepat.

Bahaya yang bisa timbul misalnya tsunami, telah disiapkan beberapa jalur evakuasi yang harus dilewati yakni ke arah Pecatu atau Uluwatu dan ke arah Hotel Mulia yang lokasinya lebih tinggi.

"Saya orang Aceh. Saya tahu persis bagaimana caranya evakuasi bila terjadi tsunami dan jalur yang dipakai menjauhi pantai, ya dua lokasi tersebut dalam waktu yang relatif singkat dan aman," katanya yakin.

Dia menambahkan, jalur evakuasi para tamu negara bila terjadi aksi terorisme dan sejenisnya juga telah disiapkan.

Kodam IX Udayana dan Mapolda Bali adalah lokasi yang tepat dan aman untuk evakuasi para kepala negara jika terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan mereka. Karenanya, jalur lalulintas untuk menuju ke dua lokasi itu akan disterilkan dalam waktu cepat dan singkat.

Syamsul menambahkan, fokus perhatian lainnya adalah jalur VVIP dari Bandara Ngurah Rai ke Nusa Dua yang dinilai rawan sehingga butuh pembenahan serius.

"Masalah yang dihadapi adalah banyaknya kendaraan yang parkir di sepanjang jalan dari Bandara Ngurah Rai sampai ke Nusa Dua," katanya menambahkan.

Padahal, jalur tersebut mestinya steril dari aktifitas kendaraan saat tamu-tamu VVIP terutama para kepala negara melintas menuju lokasi. Diakuinya, kendala yang tengah berusaha dipecahkan adalah jalur dari Denpasar-Nusa Dua yang melewati jalan sama.

"Ya, bisa dibayangkan kalau jalan utama itu ditutup sampai 3 jam seperti waktu kedatangan Presiden Amerika Barac Obama beberapa waktu lalu," tutupnya.

(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ini Penyebab Puan Kurang Dilirik Banyak Orang