Ogoh-ogoh Anas Urbaningrum Bakal Diarak Keliling Kota dan Dibakar

|

Ogoh-ogoh Anas Urbaningrum Bakal Diarak Keliling Kota dan Dibakar

DENPASAR- Biasanya ogoh-ogoh ditampilkan dengan wajah menyeramkan seperti Buta Kala. Namun pada Nyepi tahun ini ada sesuatu yang unik, lantaran sebuah ogoh-ogoh di Denpasar ini dibuat mirip replika Anas Urbaningrum yang Digantung di Tugu Monas.

Yang mengejutkan, ogoh-ogoh itu ternyata merupakan kreasi anak-anak bangku SD dan SMP di Banjar Tegal Sari, Dangin Puri, Denpasar.

"Anas" mengenakan baju batik berwarna biru dipadu celana panjang bahan hitam. Di lehernya terbelit tambang berwarna hijau dan di belakangnya ada bangunan Tugu Monas.

Di belakang Monas terdapat seekor kera hitam sembari memegang dan menarik tali pengikat yang dikalungkan ke leher Anas. "Ogoh-ogoh mirip Anas ini dibuat selama empat hari oleh anak-anak menghabiskan uang sampai Rp 400 ribu," kata Nyoman Tenaya (41) warga yang mendukung pembuatan ogoh-ogoh, Minggu (10/3/2013).

Lantas, bagaimana awalnya, sampai anak-anak memiliki gagasan membuat patung raksasa tersebut. Waktu itu, mereka sempat menyampaikan niat untuk membuat ogoh-ogoh dengan replika artis Raffi Ahmad, sebagai bentuk keprihatinan atas nasib yang menjerat presenter Dahsyat RCTI tersebut.

Namun jika dikaitkan dengan konteks Hari Nyepi, lanjut Tenaya hal itu tidaklah tepat sehingga munculah gagasan menampilkan sosok tokoh yang terjerat kasus korupsi.

Saat ini, banyak tokoh politis yang terjerat kasus korupsi seperti mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Sebenarnya, ogoh-ogoh yang dibuat itu tidak secara khusus dimaksudkan untuk Anas, melainkan bagi siapa saja yang dianggap mengkhianati rakyat dengan korupsi.

"Kalau kemudian masyarakat yang melihat mengidentikkan ogoh-ogoh ini seperti Anas yang digantung di Tugu Monas, ya silakan saja interpretasi mereka," jelasnya.

Yang ingin disampaikan bahwa, sifat rakus para koruptor yang harus dilawan itulah yang coba direpresentasikan lewat patung raksasa atau ogoh-ogoh mirip Anas yang lehernya dikalungi tali tampar diikatkan di replika tugu Monas.

Namun dia sengaja tidak memberi judul atau nama ogoh-ogoh itu dengan nama Anas atau lainnya dengan maksud biar masyarakat sendiri yang menerjemahkan sesuai persepsi mereka sendiri.

Sifat rakus, tamak dan menyalahgunakan kekuasaan menkhianati rakyat itulah seperti sifat-sifat buta kala yang harus dilawan. Jadi, Tenaya tidak khawatir dikatakan ogoh-ogoh tersebut melanggar pakem umumnya. 

Tenaya juga sering memanfaatkan momentum ogoh-ogoh sebagai ajang kritik sosial seperti tahun lalu, dia membuat ogoh-ogoh "Miss Wisma", yang melambangkan Angelina Sondakh berboncengan sepeda ontel dengan Muhammad Nazaruddin.

Di depan sepeda ditaruh jerigen minyak yang menandakan bahwa perbuatan kedua politisi tersebut telah menyengsaraan rakyat di bawah. Kebetulan momentum Nyepi tahun lalu berdekatan dengan isu kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) sehingga diletakkan jeriken.

Sedangkan kali ini, Tenaya yang memotori pembuatan ogoh-ogoh mirip Anas yang tergantung di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, karena saat ini isu korupsi Proyek Hambalang tengah hangat-hangatnya.

Setelah dipajang di pinggir jalan depan rumahnya  di Jalan Kapten Sujana Nomor 9, Denpasar, rencananya pada malam Pangrupukan atau malam menjelang Nyepi, ogoh-ogoh mirip Anas itu akan diarak keliling kota untuk selanjutnya dibakar menandai dimulainya ritual Tapa Berata Penyepian bagi umat HIndu di Bali.

(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Gardu Listrik Depan Polsek Tebet Meledak