Abaikan Ancaman Korut, Korsel & AS Latihan Perang

|

Foto : Pasukan Korsel (Armytimes)

Abaikan Ancaman Korut, Korsel & AS Latihan Perang

SEOUL - Pasukan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) memulai latihan perang rutinnya yang dilaksanakan oleh ribuan pasukan dari kedua negara itu. Mereka mengabaikan peringatan Korea Utara (Korut) yang mengancam akan menghentikan Perjanjian Gencatan Senjata Perang Korea 1953.

Latihan perang yang disebut dengan nama "Key Resolve" itu akan berlangsung selama dua pekan. Korsel mengerahkan 10 ribu pasukan dan AS mengerahkan 3.500. Sejumlah skenario perang akan disimulasikan dalam latihan itu. Demikian, seperti diberitakan Yonhap, Senin (11//3/2013).

Pejabat militer Korsel sempat melaporkan, Korut juga akan menggelar latihan militer berskala besar di Provinsi Gangwon, pada pekan ini. Korut sudah memutus jalur komunikasi dan menutup pintu perbatasannya dengan Korsel pada pekan lalu.

Artileri-artileri milik negeri komunis Korea itu sudah dikerahkan ke perbatasan. Korsel pun bisa melihat persenjataan dan militer Korut.

"Pasukan AS dan Korsel sudah mempersiapkan diri, serta mengintai Korut yang kerap menlancarkan provokasi di saat latihan Key Resolve diselenggarakan," ujar pejabat militer Korsel.

Pada Minggu kemarin, Korsel melaporkan bahwa mereka tidak melihat adanya gerak-gerik yang mencurigakan dari militer Korut. Mereka pun tetap menggelar latihan gabungan yang berlangsung hingga 21 Maret mendatang.

Ancaman-ancaman yang dilontarkan Korut terhadap Korsel dan AS dinilai cukup serius. Sementara itu, Korsel juga menanggapi ancaman itu dengan cara yang cukup keras. Pada pekan lalu, Presiden Korsel Park Geun-hye mengatakan, dirinya siap menghadapi provokasi Korut dengan cara yang keras.

Kemarahan Korut disebabkan karena Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang baru saja dikeluarkan. Resolusi itu menjadi sanksi ke Korut, karena Korut menggelar uji coba nuklirnya. DK PBB pun menjamin, resolusi terakhir yang mereka keluarkan adalah hukuman yang paling keras dan didukung oleh seluruh anggota DK PBB, termasuk China dan Rusia.

(AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Beli Porsche Panamera Rp1,3 M, Pria Ini Divonis 30 Tahun Bui