Gunung Dieng Semburkan Gas Beracun, Status Waspada

|

foto istimewa

Gunung Dieng Semburkan Gas Beracun, Status Waspada

BANDUNG - Status Gunung Dieng, Jawa Tengah, dinaikkan dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). Peningkatan status gunung yang berada di antara Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara dan Kabupaten Batang itu terhitung sejak Senin, 11 Maret 2013 pukul 21.30 WIB.

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Surono mengatakan, peningkatan status berdasarkan hasil pemantauan secara visual dan pengukuran konsenentrasi gas CO2 di Kawah Timbang, yang melampaui ambang batas aman untuk kesehatan bila terhirup. "Menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik," katanya, saat dikonfirmasi, Selasa (12/3/2013).

Terkait peningkatan status Gunung Dieng, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius 500 meter dari Kawah Timbang. Dikhawatirkan, adanya ancaman bahaya gas CO/CO2 yang berbahaya bagi kehidupan.

Masyarakat juga harus selalu waspada jika melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang dengan kedalaman lebih dari satu meter. "Karena dari tempat tersebut dapat berpotensi terancam bahaya gas CO/CO2," terangnya.

Namun masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu terkait dengan aktivitas Gunung Dieng dan hanya mempercayai informasi aktivitas gunung dari instansi terkait. PVMBG selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara, Pemkab Wonosobo dan Pemkab Batang, tentang aktivitas Gunung Dieng.

"Pemantauan secara intensif terus dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas Gunung Dieng," katanya.

Berdasarkan sejarahnya, pada 23 Mei 2011 Gunung Dieng juga mengalami kenaikan status dari Normal (level I) ke Waspada (level II). Lalu pada 29 Mei 2011 kegiatan Gunung Dieng dinaikan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). Erupsi terakhir Gunung Dieng adalah erupsi freatik (kecil) yang terjadi di Kawah Sileri pada 27 September 2009, berupa semburan lumpur.

(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Tak Bisa Gantikan Posisi Megawati di PDIP