Status Dieng Naik, 18 Gunung Api di Indonesia Waspada

|

Status Dieng Naik, 18 Gunung Api di Indonesia Waspada

BANDUNG - Meningkatnya status Gunung Dieng di Jawa Tengah dari Normal (level I) ke Waspada (level II), maka jumlah gunung api di Indonedia berstatus Waspada menjadi 18.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyebutkan, 18 gunung berstatus waspada yakni Gunung Dieng, Seulawah Agam (Aceh, Sumatera), Papandayan (Garut, Jabar), Dukuno (Pulau Halmahera), Sinabung (Kab Karo, Sumatera Utara), Marapi (Sumatera Barat), Tangkubanparahu (Lembang, Jabar), Soputan (Sulawesi Utara).

Gunung status waspada lainnya, yakni Semeru (Lumajang, Jatim), Krakatau (Selat Sunda), Gamkonora (Halmahera), Talang (Solok, Sumatera Barat), Bromo (Jatim), Ibu (Halmahera), Kerinci (Jambi, Sumatera), Ili Lewotolo (Pulau Lembata), Sangeangapi (Kepulauan Nusa Tenggara), dan Gamalama (Maluku Utara).

Sedangkan gunung api dengan status Siaga sebanyak 5 gunung. "Saat ini di Indonesia terdapat 5 gunung status Siaga, yakni Gunung Raung (Jatim), Rokatenda (Nusa Tenggara Timur), Ijen (Jatim), Karangetang, Lokon (Tomohon, Sulawesi Utara)," papar Sutopo, melalui rilisnya kepada okezone, Selasa (12/3/2013).

Terkait peningkatan Gunung Dieng, pihaknya sudah mendapat informasi resmi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi. Peningkatan status gunung yang berada di Kabupaten Wonosobo, Kabupaten  Banjarnegara dan Kabupaten Batang itu terhitung sejak Senin 11 Maret 2013 pukul 21.30 WIB.

"Ini didasarkan hasil pemantauan visual dan konsentrasi gas CO2 di Kawah Timbang Gunung Dieng yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik," jelasnya.

Ia menuturkan, hingga pukul 17.05 WIB aliran gas di Gunung Dieng masih terjadi dengan jarak aliran gas mencapai lebih dari 200 meter. Sedangkan pada 7-9 Maret 2013 teramati adanya aliran gas CO2 dari Kawah Timbang ke arah selatan sejauh 50-100 meter dari kawah. Kendati demikian, pemantauan Kegempaan Gunung Dieng tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

"Nilai konsentrasi gas CO2 Kawah Timbang pada 9-10 Maret sudah melampaui ambang batas aman bagi kesehatan yaitu di bawah 0,5% volume," sebut Sutopo.

BNPB juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, serta tidak mendekati kawah. Namun, pihaknya menegaskan belum perlu ada evakuasi atau pengungsian akibat waspada Gunung Dieng. 

Sebelumnya diberitakan, pada 21 Februari Gunung Tangkubanparahu juga dinaikan statusnya dari normal ke waspada. Gunung di Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Subang ini sempat meletus freatik (gas cair), disusul dengan letusan-letusan kecil pada 4, 5, 6 Maret lalu. PVMBG merekomendasikan 1,5 kilomter dari Kawah Ratu Tangkubanparahu agar steril dari aktivitas manusia.

Kepala PVMBG Surono menjelaskan, menaikan dan menurunkan status tidak sembarangan. Pihaknya harus melakukan pemantauan intensif, analisis data ketat, dan memperhitungkan faktor sosial. "Kami menaikan status gunung tidak gampang, saya harus nanya sangat rinci pada bawahan saya (pemantau gunung api), baru diputuskanlah (naik status)," terang Surono.

(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    "Kartu Sakti" Jokowi Disebar di Jawa Timur