Wa Ode Nurhayati Tak Lagi Garang Bongkar Kasus DPID

Wa Ode Nurhayati (Foto: Dok Okezone)

Wa Ode Nurhayati Tak Lagi Garang Bongkar Kasus DPID
JAKARTA - Mantan anggota Badan Anggaran DPR, Wa Ode Nurhayati, sepertinya sudah tidak lagi segarang ketika masih berstatus terdakwa penerima suap Dana Penyesuaian Infrasktruk Daerah (DPID).

Dia menarik tudingannya dengan menyatakan tidak tahu ada aliran uang DPID yang mengucur ke Politikus Senayan yang duduk sebagai pimpinan Badan Anggaran DPR.

"Kalau soal aliran dana, saya tidak tahu. Tapi, kalau soal alokasi DPID dan sistemnya, saya cuma menjelaskan sebatas itu saja," kata dia usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi bagi tersangka DPID, Harris Andi Surahman, di KPK, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2013).

Wa Ode berdalih, soal aliran dana yang mengalir ke Senayan sudah menjadi wewenang penegak hukum. Dia mengelak ketika diingatkan lagi soal tudingannya bahwa Pimpinan DPR, Anis Matta, juga terlibat.

"Soal aliran dana, saya tidak tahu karena itu hubungannya soal penegak hukum. Yang meng-ACC dia (Anis) pimpinan DPR bidang panja anggaran," terangnya.

Wa Ode merupakan terpidana pertama kasus DPID. Dia dinyatakan bersalah menerima Rp6,9 miliar dari Fahd El-Fouz melalui Harris Surahman untuk memuluskan Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Besar, dan Bener Meriah sebagai daerah penerima DPID.

Ketika masih menjadi terdakwa, Wa Ode dengan lantang menyebut sejumlah petinggi DPR yang ikut menerima jatah hingga ratusan miliar saat membahas daereah-daerah penerima DPID. Mengutip data dari Nando, Kepala Sub-bagian Rapat Sekretariat Badan Anggaran DPR RI, Wa Ode menuding Ketua DPR, Marzuki Alie menerima jatah Rp300 miliar. Sedangkan wakil-wakil Marzuki di Senayan menerima jatah masing-masing Rp250 miliar.

Selain itu, Wa Ode menambahkan, masing-masing pimpinan Banggar juga memperoleh jatah sebesar yang diterima empat Wakil Ketua DPR tersebut. "Nando sebutkan bahwa kode K memiliki jatah Rp300 miliar, Rp250 miliar per wakil ketua, dan pimpinan Banggar," terangnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, hari ini.

Namun, sikap garang Wa Ode seperti menguap ketika dia kembali diperiksa penyidik soal DPID. Dia juga enggan menjelaskan keterlibatan Anis Matta dalam hilangnya 126 daerah penerima DPID. "Kan fakta sidang sudah jelas. Dan jelas apa yang pernah saya sampaikan selama ini terbukti dalam fakta persidangan," kata dia berkelit.
(ded)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pemadaman Listrik Sebabkan Tiga Rumah Terbakar