Asap Hitam Muncul, Paus Baru Belum Terpilih

|

Foto : Asap hitam di Kapel Sistina (Reuters)

Asap Hitam Muncul, Paus Baru Belum Terpilih

ROMA - Asap hitam yang tebal muncul dari cerobong asap Kapel Sistina tepat setelah konklaf pertama berlangsung. Asap itu menandakan bahwa belum ada seorang kardinal yang terpilih sebagai Pemimpin Gereja Katolik selanjutnya.

Ribuan jemaat memenuhi Basilika Santo Petrus untuk menyaksikan kepulan asap yang muncul itu. Di era modern seperti saat ini, belum ada satupun paus yang terpilih lewat konklaf hari pertama.

Ratusan kardinal di Vatikan berspekulasi, penunjukan paus baru itu akan memakan waktu hingga empat atau lima hari. Usai bergabung dalam konklaf pertama, 115 "Pangeran Gereja" itupun kembali ke hotel untuk beristirahat. Mereka akan kembali lagi ke Kapel Sistina pada hari ini pukul 09.30 waktu setempat.

Pada saat proses pemilihan berlangsung, kardinal-kardinal itu mengasingkan dirinya dari dunia. Salah satu sarana komunikasi yang mereka gunakan hanyalah cerobong asap di kapel tersebut. Bila asap yang keluar berwarna hitam, hal itu berarti belum ada seseorang yang terpilih sebagai paus. Namun bila asap putih yang keluar, seorang paus baru sudah ditunjuk.

Usai asap itu muncul, warga di Vatikan langsung bersorak gembira. Meski demikian kegembiraan itu berubah menjadi kekecewaan, usai mereka menyadari bahwa yang muncul adalah asap hitam.

"Saya sedang berlibur dan saya tidak percaya bahwa saya ada di momen ini," ujar seorang pensiunan guru dari New York, seperti dikutip Reuters, Rabu (13/3/2013).

Sejauh ini, pengamat-pengamat di Vatikan menilai bahwa belum ada kardinal yang dipandang sebagai kandidat kuat paus ke-266. Pada awalnya muncul nama Kardinal Angelo Scola dari Italia dan Kardinal Odilo Scherer dari Brasil. Bersamaan dengan itu, muncul pula kardinal-kardinal lain yang dipandang sebagai kandidat alternatif.

Video asap hitam dari Vatikan.

(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menunggu Hasil Akhir Program Nuklir Iran