Banjir, Hanura Desak DPR Panggil Otorita Asahan

Kamis, 14 Maret 2013 16:49 wib | Wahyudi Siregar - Okezone

Ilustrasi Ilustrasi MEDAN - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) meminta DPR segera memanggil Otorita Asahan guna mempertanggungjawabkan bencana banjir yang melanda 10 ribu kepala keluarga di sejumlah desa di Kabupaten Asahan dan Kotamadya Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Wakil Sekjen DPP Partai Hanura, Nasrun Marpaung, mengatakan, desakan untuk memanggil Otoritas Asahan sudah disampaikan secara langsung pada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI. Dia menilai banjir tersebut disebabkan kelalaian pemerintah daerah dalam merawat bendungan yang dikelola oleh BUMN di kawasan tersebut.

"Banjir ini kan bukan semata karena curah hujan tinggi, tapi karena ada luapan dari bendungan yang dikelola BUMN. Nah pemerintah daerah mendapat anggaran untuk merawat sungai yang menjadi sasaran luapan kalau bendungan penuh. Hal yang penting bagi masyarakat bukan banjir kali ini saja, tapi bagaimana ke depannya bencana ini tidak berulang," tutur Nasrun kepada Okezone di Medan, Kamis (14/3/2013)

Selain itu, pihaknya menyesalkan buruknya pelayanan pemerintah daerah di Asahan dan Tanjung Balai dalam membantu para korban banjir.

"Saya dan tim bencana dari DPP Hanura sudah turun langsung ke lokasi. Kami mendapat informasi dari masyarakat, belum ada bantuan dari pemerintah secara kelembagaan. Masyarakat hanya mendapat bantuan dari bupati secara pribadi lewat Topan Center, padahal pemerintah kan harus menjadi leading sektor sebenarnya," pungkasnya.

Partai Hanura sendiri menurut Nasrun, telah menggelar temu ramah di dua desa di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan, untuk mendengar keluhan serta memberikan dukungan moral dan material bagi warga korban banjir.

"Dari kami sudah disalurkan 500 paket bantuan masing-masing senilai Rp50 ribu. Ini bantuan awal dari DPP, nantinya akan terus dilakukan secara simultan oleh kawan-kawan pengurus partai di daerah," tutupnya.

Banjir di Asahan dan Tanjung Balai telah memakan korban jiwa, yakni seorang anak yang hanyut. Saat ini, air sudah surut di beberapa daerah, dan warga masyarakat sudah mulai melakukan aktivitas.

Kekhawatiran akan adanya bencana susulan pun masih menghantui masyarakat karena curah hujan di Sumut masih terbilang tinggi. (ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »