IPB Tangkal Hama Wereng Pakai Biji Srikaya

|

Ilustrasi : Wikipedia

IPB Tangkal Hama Wereng Pakai Biji Srikaya

JAKARTA - Siapa tidak kenal buah srikaya? Bentuk buah dan rasanya yang unik kerap membuat srikaya dicari orang. Selain untuk konsumsi, srikaya ternyata memiliki manfaat lain. Biji srikaya yang diolah sedemikian rupa mampu menjadi biopestisida untuk menangkal hama.

Inovasi tersebut lahir dari tangan mahasiswa Departemen Matematika, Fakultas Matematika Institut Pertanian Bogor (IPB). Adalah Prama Adistya Wijaya, Uang Ridwan, Desi Agustiani, Laita Nurjannah, Dinis Syifaulhaq di bawah bimbingan Irma Isnafia Arif berhasil mengawinkan biji srikaya dan Bacillus thuringiensis sehingga mampu membunuh hama wereng hingga 70-80 persen.

“Tujuan penelitian kami untuk menemukan sebuah formula baru yang diduga memiliki kerja ganda terhadap hama. Bacillus thuringiensis yang menyerang organ pencernaan dengan kristal protein dan ekstrak biji srikaya yang telah diketahui memiliki keampuhan dalam membunuh serangga,” ujar Prama, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (15/3/2013).

Bacillus thuringiensis merupakan bakteri gram positif, berflagela, dan mampu membentuk spora. Bakteri ini mempunyai sel-sel vegetatif, berbentuk batang lurus dengan ukuran panjang 3-5 µm dan lebar 1,0-1,2 µm jika ditumbuhkan pada medium cair standar. Pada medium padat, koloni Bacillus thuringiensis berbentuk bulat dengan tepian kerut, berdiameter 5-10 milimeter, berwarna putih, elevasi timbul dan permukaan berkoloni kasar.

 

Sementara itu, secara tradisional, tanaman srikaya atau Annona squmosa L telah banyak dimanfaatkan untuk pengendalian hama. Serbuk biji srikaya digunakan untuk membasmi kutu anjing dan kutu kepala. Senyawa aktif utama dalam srikaya yang bersifat insektisida adalah squamosin dengan cara kerja menghambat respirasi pada mitokondria serangga dan secara spesifik menghambat transfer elektron pada proses respirasi sel sehingga serangga kekurangan energi dan terjadi hambatan aktivitas.

“Metode yang kami gunakan adalah dengan mengambil zat toksin dari Bacillus thuringiensis yang terbentuk setelah difermentasi. Substrat antihama yang sudah disaring dinamakan Supernatan Bebas Sel (SBS) yang kemudian dicampurkan dengan ekstrak srikaya,” jelasnya.

Menurut Prama, dari hasil pengamatan selama 30 menit, terlihat campuran fermentasi Bacillus thuringiensis dan ekstrak biji srikaya memiliki daya tumbuh yang lebih cepat. Pada menit kelima, campuran sudah mampu membunuh hama wereng, tapi formula biasa tanpa campuran belum mampu membunuh hama.

 

“Pada menit ke 30, campuran mampu membunuh 70-80 persen hama. Sedangkan formula biasa hanya mampu membunuh 40-50 persen hama wereng. Daya bunuh yang lebih baik ini diakibatkan kinerja racun ganda pada formula campuran. Hama mendapatkan efek racun pada berbagai organnya, sehingga mempercepat kematian,” imbuh Prama.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Hadapi Banjir, Nur Mahmudi Tagih Kementerian PU Duit Rp451 M