Oposisi Suriah Lakukan Kejahatan Perang

Oposisi Suriah (Foto: Reuters)

Oposisi Suriah Lakukan Kejahatan Perang
DAMASKUS – Oposisi Suriah disebut seringkali membunuh tawanan yang mereka tahan. Aktivis HAM pun menganggap tindakan itu sebagai bentuk kejahatan perang.

“Sudah saatnya militan oposisi sadar apa yang dilakukannya itu adalah sebuah kejahatan perang,” ujar aktivis dari Amnesty International Cilina Nasser, seperti dikutip Associated Press, Kamis (14/3/2013).

Walaupun mengkritik oposisi Suriah, Amnesty International menyatakan kejahatan perang yang dilakukan rezim Assad selama konflik jauh lebih besar. Assad menggunakan senjata terlarang seperti bom cluster untuk membunuh warga yang tidak berdosa.

Pihak oposisi sendiri tidak menyangkal praktek eksekusi tawanan yang seringkali dilakukan para militan mereka. Tokoh oposisi menganggap praktek itu sebagai hal yang wajar dalam perang.

“Kami tidak menyangkalnya, tapi ini tidak disengaja. Banyak militan yang menuntut balas atas kematian keluarganya di tangan pasukan pemerintah. Hal seperti ini terjadi di setiap perang,” terang pejabat militer oposisi Suriah, Bassam al-Dada.

Kejahatan Perang yang dilakukan oleh oposisi Suriah juga dikritik oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS). AS mengancam akan menarik bantuannya jika oposisi Suriah terus melakukan pelanggaran HAM.

“Kami meminta oposisi Suriah untuk mengikuti hukum perang sebagai syarat pemberian bantuan,” ujar juru bicara Kementrian Luar Negeri AS Victoria Nuland. (faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Berlatih Jadi Perawat Sejak SMK