Hidayat Sebut Lembaga Survei Bodohi Publik

Senin, 18 Maret 2013 17:21 wib | Susi Fatimah - Okezone

Hidayat Nurwahid (Foto: Runi/Okezone) Hidayat Nurwahid (Foto: Runi/Okezone) JAKARTA - Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menilai kesimpulan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) prematur dan tidak mendidik masyarakat.

Hal itu dikatakan Hidayat menanggapi survei LSI yang menyebutkan tokoh Islam kalah bersaing dengan tokoh nasionalis dalam Pilpres 2014.

"Karena itu terlalu prematur menyebut capres partai Islam kalah bersaing. Selain itu, survei juga selalu menyebutkan dengan asumsi bahwa jika Pemilu dilaksanakan pada hari ini. Padahal, Pemilu masih tahun depan," kata Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/3/2013).

Mantan Presiden PKS ini mengatakan, sampai saat ini belum satu pun partai politik Islam yang mengajukan nama capres dan cawapres. Selain itu, partai-partai politik Islam belum menyepakati satupun nama calon presiden untuk diusung bersama dalam Pilpres 2014.

"Kalah bersaing dengan siapa? Wong partai-partai Islam belum ada yang mengumumkan nama calon presiden dan calon wakilnya kok. Bagaimana sudah bisa disebut kalah?" tuturnya.

Hidayat mencontohkan, pada pertengahan 2003 survei-survei tidak menyebut-nyebut nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpotensi sebagai capres. "Kenyataannya, pada tahun 2004 malah nama SBY yang berkibar," katanya Ketua Fraksi PKS DPR itu.

Bagi Hidayat, nasib partai Islam tidak ditentukan oleh hasil survei. Namun, sebagai komunikasi berdemokrasi dan menyampaikan hasil kajian, menurutnya sah-sah saja melakukan survei.

Bagi PKS, hasil survei itu adalah cambuk untuk bekerja lebih baik."PKS tidak pernah merasa khawatir dengan hasil survei," tegasnya.
(ded)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »