Kayu yang Dicuri Artija di Luar Tanah Warisan

|

Artija (Foto: Juliatmoko/Koran Sindo)

Kayu yang Dicuri Artija di Luar Tanah Warisan
JEMBER – Manisa (40), anak yang melaporkan ibu kandungnya (Artija), ke polisi, menegaskan ibunya telah mencuri sebatang kayu di luar tanah warisan.

Perempuan warga Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, itu mengatakan, tidak seluruh tanah seluas 3.000 meter persegi merupakan warisan. Menurutnya, tanah warisan hanya yang di atasnya berdiri bangunan rumah miliknya, ibu serta kakaknya. Sementara di luar itu merupakan hasil pembelian dari orang lain. Bahkan, dia juga mengaku memiliki bukti kepemilikan tanah yang bukan warisan tersebut.

“Di samping kanan dan kiri rumah adalah hasil membeli dari orang lain, yang juga dilengkapi akte tanah,” kata Manisa, Senin (18/3/2013).

Diberitakan sebelumnya, Artija, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian kayu bayur. Artija dilaporkan anak bungsunya, Manisa, pada Oktober 2012.

Namun, Artija menolak dituduh mencuri karena kayu itu berada atas tanah warisan keluarga. Menurutnya, tanah tersebut merupakan warisan dari orangtua Artija yang tak lain adalah kakek-nenek Manisa. Artija mengaku mengantongi surat petok tanah dan sampai saat ini dia juga membayar pajak tanah tersebut.

Menurut kuasa hukum tersangka, Abdul Haris Alfianto, di tanah tersebut kini berdiri empat rumah milik Artija dengan dua anaknya, yakni Ismail dan Manisa. Sementara sebuah rumah lagi milik Syafie, anak Ismail. Bahkan rumah Artija dan Manisa berdiri berdempet. Selain itu, mereka juga menggunakan satu bangunan untuk dapur bersama.

“Artijah dilaporkan melakukan pencurian sebatang kayu bayur yang tumbuh di atas tanah warisan keluarga. Sementara Manisah mengklaim tanah itu adalah hasil pembelian dari orang lain,” kata Alfianto.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sumbersari, Ipda Suyitno Rahman, menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti-bukti kepemilikan tanah, Artija bersama Ismail dan Syafie, ditetapkan sebagai tersangka. Berkas kasus ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jember untuk disidangkan.

Suyitno juga mengatakan, polisi sudah melakukan mediasi kedua belah pihak, namun tak menghasilkan titik temu. 
(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mayat Korban Pembunuhan Ditemukan di Lapangan Banteng