Prajurit TNI Korban Pembacokan di Yogyakarta Eks Kopassus

Ilustrasi

Prajurit TNI Korban Pembacokan di Yogyakarta Eks Kopassus
YOGYAKARTA - Anggota Unit Intel Kodim Kota Yogyakarta, Sertu Sriyono, yang dibacok kawanan preman saat melerai pertikaian di sebuah rumah makan di Yogyakarta sore tadi, ternyata pernah menjadi pasukan elit TNI AD.

"Dulu dia itu anggota Kopassus (Komando Pasukan Khusus) di Kartosura, kemudian pindah di Kodim sini," jelas seorang kerabat korban, Apri, di RS Bethesda Yogyakarta, Rabu (20/3/2013).

Keluarga serta kerabat Sertu Sriyono berharap, polisi bertindak cepat menangkap pelaku penganiayaan yang dikenal sebagai preman di Pasar Progo, Yogyakarta. Jika tidak segera tertangkap, dikhawatirkan bisa meresahkan warga sekitar.

"Kami serahkan kepada pihak Kepolisian untuk mengusut kasus ini. Semoga cepat ditangkap pelakunya, biar tidak terjadi pada masyarakat atau pun petugas lainnya," ujarnya.

Sementara itu, meski mengalami tiga luka sabetan di kepala, Sertu Sriyono masih sadar. Keluarga termasuk istri korban, Wati, dan kedua putri mereka telah berkumpul di rumah sakit.

Seperti diberitakan, peristiwa itu terjadi di sebuah rumah makan di Jalan Dr Soetomo sekira pukul 14.00 WIB. Korban datang ke lokasi lantaran mendapat informasi adanya pertikaian. Setibanya di lokasi dan ingin melerai, korban dibacok pelaku yang diduga bernama Marcel.

Aksi kekerasan terhadap aparat keamanan dalam sepekan ini sudah dua kali terjadi di Yogyakarta. Sehari sebelumnya, Sertu Santosa, anggota Kopassus TNI AD, tewas bersimbah darah setelah ditikam oleh sejumlah orang saat berada di Hugo's Cafe, Jalan Adisucipto, Km 8,5, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. (Baca: Kronologis Penikaman Anggota Kopassus di Hugo's Cafe)

Pria asal Palembang, Sumatera Selatan, yang berdomosili di Desa Menjangan, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu ditikam menggunakan pecahan botol minuman keras di bagian dada.
(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tolak Turis Asing, Korut Siaga Ebola